LAMONGAN, Limadetik.com — Pekan TK se Kecamatan Paciran tahun 2019 baru saja selesai dilaksanakan. Acara pekan TK yang melibatkan seluruh lembaga pendidikan TK se Kecamatan Paciran tersebut dilaksanakan selama dua hari tanggal 7-8 April 2019 di Desa Kemantren Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Acara berlangsung meriah, diisi dengan berbagai lomba yang menampilkan kreatifitas anak-anak TK sebagai generasi penerus bangsa. Sebagai generasi penerus bangsa, menjadi tugas penting dari berbagai pihak untuk memberikan pendidikan dan pengajaran kepada mereka agar nantinya menjadi pribadi yang cerdas dan memiliki kecintaan kepada negara.
Acara pekan TK yang dilaksanakan satu tahun sekali menjadi moment terbaik untuk memberikan hiburan bagi anak-anak dan mengajari mereka tentang nilai kebersamaan. Dalam acara pekan TK, anak-anak akan diajarkan untuk menghargai gurunya dan teman-temannya, Sebagai acara penting, sudah tentu persiapan yang dilakukan panitia juga maksimal, termasuk mengundang kesenian musik tongklek yang bernama “Joko Mbedoho” untuk berpartisipasi memeriahkan acara pekan TK di Kemantren.
Tongklek Joko Mbedoho merupakan kesenian musik yang dikembangkan oleh pemuda Rt.04 Rw.02 desa Kemantren, group musik tradisional ini berumur 2 tahun dan tampil dalam berbagai acara penting di antaranya Karnaval Agustusan, pembukaan acara festival budaya, dan acara-acara penting daerah, utamanya wilayah Lamongan, Tuban dan Bojonegoro.
Berkembangnya musik tongklek di Desa Kemantren tak lepas dari ide dan semangat anak-anak muda Rt.04 Rw.02 Kemantren untuk ikut serta merawat musik daerah sehingga nantinya dapat dijadikan sebagai kebudayaan kota Adipura Kencana (Lamongan).
Tongklek, tong-tong klek, ada yang biasa menyebut tongthek, merupakan tradisi lawas khas masyarakat Jawa untuk membangunkan orang sahur pada bulan Ramadhan. Tongthek belum masuk KBBI dan dikenal semua masyarakat Indonesia. Namun tiap Ramadan, tradisi ini selalu ada meski tak semua pemuda mengetahuinya.
Dari beberapa warisan Raden Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang (1465-1525) yang masih lestari adalah tongklek. Tradisi ini menjadi bukti, bahwa pendekatan dakwah Walisongo sangat ramah akan budaya dan kebutuhan masyarakat. Banyak sekali nilai-nilai terkandung di dalam tradisi ini.
Hidayati (2017: 1) dalam penelitiannya menemukan tongklek merupakan kesenian terbentuk dari paduan antara tradisi setempat dengan tradisi dari luar khususnya di Tuban. Tongklek sudah ada zaman Sunan Bonang dan dinamakan tongklek karena berasal dari sumber bunyi ‘tong’ dari alat musik peking, saron, kenong, gong.
Sedangkan bunyi ‘klek’ dari kentongan yang digunakan untuk ronda.Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tongklek ada 10 nilai. Mulai dari nilai religi, moral, sosial, keindahan, kedisiplinan, kejujuran, pendidikan, seni, kerukunan, sportifitas dan hiburan. Secara praktis, tongklek bermanfaat untuk membangunkan orang sahur meski sekarang sudah ada toa, sirine, dan alarm.
Tak hanya terkenal di Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Surabaya, dan sekitarnya, tongklek juga lestari di Jawa Tengah. Sejak saya kecil, hampir semua pemuda se kampung selalu senang memainkannya, bahkan sampai rebutan menabuh alat tong tong klek ketika akan main menjelang sahur.
Anas Mahfudhi, Pembina Group Tongklek Joko Mbedoho menuturkan, bahwa dibentuknya group Tongklek di wilayah Desa Kemantren dengan tujuan memberikan aktifitas bagi anak-anak muda desa agar kebiasaan “kluyuran” berkurang dan beralih melakukan aktifivitas-aktivitas yang memiliki nilai maslakhah bagi masyarakat dan daerah.
“Adanya kegiatan musik tongklek yang disediakan akan menjadi metode terbaik dalam melakukan pendekatan kepada kaum muda agar dapat lebih dikontrol dan membangun komunikasi interaktif antara pemuda dengan para orang tua dan tokoh desa.” kata Anas Mahfudhi.
Qurrotul Ainih, salah satu penonton acara Pekan TK, menuturkan bahwa musik tongklek menjadi idola dalam acara pekan TK tahun ini, para pemainnya menampilkan seni musik yang indah dan penuh semangat.
Turut sertanya group tongklek Joko Mbedoho dalam acara Pekan TK disambut gembira oleh para penonton dan tamu undangan, termasuk wakil bupati Lamongan Ibu Kartika Hidayati.
Di antara musik yang ditampilkan dalam acara pekan TK, tongklek Joko Mbedoho menjadi musik tradisonal satu-satunya yang tampil bersama musik modern yakni drumband, penampilan musik tongklek yang dibawakan oleh anak-anak muda kemantren mendapat perhatian serius dari wakil Bupati Lamongan, sehingga memberikan penghargaan dengan foto bersama di depan panggung utama.
Redi Yazid, salah satu pemain Tongklek Joko Mbedoho menuturkan, bahwa semua anggota group memiliki perasaan bangga karena bisa berpartisipasi dalam acara besar yang dihadiri wakil bupati Lamongan. “Harapan besar dari semua anggota yakni mudah-mudahan dapat berpartisipasi dalam acara hari jadi Kabupaten Lamongan” harapnya. (MK.Fatih/yd)












