Sumenep, 22 November 2019
Opini Yant Kaiy
Setiap hari Selasa dan Sabtu adalah hari pasaran di Desa Pasongsongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Di mana para pedagang dan pembeli melakukan transaksi di lokasi tersebut. Karena arealnya sempit, maka mereka memanfaatkan bahu jalan raya untuk berjualan.
Plus parkir mobil pick up pengangkut barang berbaur dengan kendaraan pribadi dan sepeda motor yang juga parkir di pinggir jalan. Kalau sudah begitu maka arus kendaraan pun macet.
Sebenarnya ada anggota Polsek Pasongsongan yang mengatur arus lalu lintas, tapi hanya satu orang polisi. Itu sangat melelahkan baginya, karena tak jarang kesadaran masyarakat di situ terkesan mau enaknya sendiri. Tak mau memikirkan orang lain. Sikap bandel ini juga yang menyebabkan terjadinya macet di ruas jalan raya Pasongsongan-Sumenep itu.
Fenomena hari Selasa dan Sabtu, dari pagi sampai siang hari, jalan raya yang menghubungkan Pasongsongan-Sumenep ini tampak selalu macet. Pemangku kebijakan seolah tidak peduli mencarikan solusi. Mereka hanya sebatas prihatin saja. Kalaupun (mungkin) punya ide, tapi tidak ada tindakan kongkret yang bisa merubah pemandangan pasar yang semrawut tersebut.
Sedangkan para tokoh masyarakat Pasongsongan tidak bisa berbuat banyak. Sebab mereka tidak punya power untuk melakukan tindakan apa pun. Mereka hanya sebatas mengkritisi saja karena mereka tidak punya wewenang untuk itu.
Sebenarnya sudah ada Pasar Pasongsongan yang terletak di Desa Panaongan, tapi karena kurang luasnya lokasi akhirnya para pedagang dan pembeli dalam melakukan transaksi beralih ke tiga titik lokasi di luar pasar. Ketiga titik itu semuanya berada di sepanjang jalan raya.
Kini masyarakat Pasongsongan dan sekitarnya masih punya satu harapan lagi. Yaitu dengan adanya Kepala Desa Pasongsongan yang baru terpilih di pesta demokrasi Pilkades kemarin. Masyarakat pelaku pasar khususnya berharap akan ada solusi serta kebijakan dari Kades Ahmad Saleh Harianto.
Kalau dia bisa membuat keputusan untuk mengalihkan lokasi pasar, tentu suatu keputusan tepat yang patut mendapatkan apresiasi dari masyarakatnya. Selama ini warga memang menghendaki hal itu. Karena mereka sudah terlalu lama menunggu sebuah perubahan signifikan tentang tata kelola pasar baru.
Penulis adalah kontributor limadetik.com












