BANJARMASIN, Limadetik.com — Taman kota mestinya dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi alternatif bagi masyarakat. Namun di Kota Banjarmasin, fungsi taman berubah jika sudah malam hari.

Di bagian-bagian taman yang minim pencahayaan alias gelap, kerap dijadikan pasangan muda- mudi sebagai tempat mesum. Seperti di Taman Siring yang berada di Jalan Sudirman di tepi Sungai Martapura, Kota Banjarmasin, tepatnya di depan Korem 101 Antasari dan Taman Kamboja yang berada dijalan H Anang Adenansi, Banjarmasin.

Nampak sepasang muda mudi bermesraan di taman kota

Bila malam hari, kedua taman di Kota Seribu Sungai itu kerap beralih fungsi menjadi syurganya bagi muda-mudi untuk memadu kasih. Bahkan, tidak jarang diantara mereka ada yang berbuat asusila dan mabuk-mabukan.

Abdul Hamid warga Kelayan menyampaikan kondisi depan taman Kamboja terkesan tidak terawat. Seperti, bagian depan taman banyak pepohonan yang tidak lagi rindang dan terkesan angker serta beberapa kursi taman yang sudah jebol sana sini. Selain itu, banyak lampu taman tidak menyala dengan terang jika sudah senja.

Pemuda yang biasa dipanggil Memed ini menambahkan, lemahnya pengawasan dari Pemkot Banjarmasin membuat lokasi taman terkesan tidak terawat. “Tampak depan taman ini seperti tidak terawat, seperti dibiarkan. Padahal, taman ini dalamnya cukup bagus karna banyak mainan untuk anak-anak,” terangnya.

Mahasiswa asal Pulau Kangean, Sumenep itu juga menjelaskan jika lampu taman yang ada ini bisa dibilang hanya pajangan saja, memang banyak terpasang fasilitas lampu taman disini. Tetapi, hingga saat ini tidak difungsikan secara maksimal.

“Belum lagi jika malam hari, saya perhatikan banyak sekali anak-anak remaja yang nonkrong disana. Bahkan, saya khawatirkan jika taman Kamboja ini dibuat minum-minuman keras hingga mesum,” beber mahasiswa semester VII Uniska Banjarmasin itu.

Remaja yang sedang berangkulan atau berciuman di kursi taman menjadi pemandangan biasa di Taman kota yang terletak di jalan H Anang Adenansia itu. Tak hanya dibangku taman, mereka juga tak malu-malu berangkulan sambil duduk di bangku taman yang redup cahaya.

“Sering digunakan untuk pacaran. Coba kalau malam hari, berapa pasang muda-mudi yang pacaran menyusup dibawah rerimbunan pohon. Apalagi jika malam minggu, parahlah ya,” keluhnya.

Berdasarkan fenomena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin terkesan masih belum serius membangun kota hingga mengakar. Khususnya dalam pengendalian, perhatian, dan penertiban di setiap sudut taman kota, yang oleh Walikota Ibnu Sina keberadaan taman dijadikan image andalan untuk membangun kota Seribu Sungai.

Berdasarkan pantauan Limadetik.com, Sabtu (21/7/2018) malam di taman Kamboja  yang dulunya merupakan komplek kuburan Nasrani milik warga keturunan Tionghoa Banjarmasin ini, akibat minimnya pengawasan, taman seluas 4,2 hektar tersebut ditemukan sejumlah pasangan muda-mudi yang sedang asyik memadu kasih di malam hari.

Sabtu malam itu,  sedikitnya ada sembilan pasang yang mojok sendiri-sendiri di setiap sudut taman kebun bibit. Bahkan ada beberapa pasang, beberapa wanita yang mengenakan hijab dan raut wajahnya masih remaja, miris! (Edoz/yd).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here