https://limadetik.com/

Tahlilan Bersama untuk Ibunda Bupati, Puluhan Masjid dan Pesantren di Pamekasan Berpartisipasi

  • Bagikan
Tahlilan Bersama untuk Ibunda Bupati, Puluhan Masjid dan Pesantren di Pamekasan Berpartisipasi
FOTO: Tahlilan secara virtual di Mandhapa Agung Pamekasan

PAMEKASAN, Limadetik.com – Tahlilan bersama untuk Ibunda Bupati Baddrut Tamam, puluhan masjid dan Pondok-Pesantren di Kabupaten Pamekasan turut ambil bagian.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk duka dan luka mendalam atas wafatnya ibunda Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, Nyai Hj. Maftuhah Binti KH. Djufri Marzuqi. Pelaksanaan tahlil sendiri tetap dengan protokol kesehatan yang ketat karena masih dalam situasi pandemi covid-19.

https://limadetik.com/

Berpulangnya almarhumah kehadirat Allah SWT membuat sejumlah pihak kehilangan sosok yang terkenal dengan alim, santun, dan murah senyum tersebut, bahkan kesedihan yang melanda bagaikan kehabisan air di tengah gurun sahara.

“Puluhan pondok pesantren dan masjid di Jawa Timur juga ikut mendoakan kepergian almarhumah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Ini adalah bentuk rasa kehilangan sosok yang begitu didambakan selama ini oleh warga Pamekasan dan Jawa Timur pada umumnya” kata Kabid Pengelola Media dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pamekasan, Arif Rachmansyah, Sabtu (7/8/2021).

Menurut Arif, pelaksanaan tahlil dan doa bersama dibagi dalam beberapa titik untuk mencegah penumpukan massa, sebagai upaya memutus penyebaran covid-19 di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) oleh pemerintah pusat. Bahkan, di sejumlah titik tahlil tersebut dilaksanakan secara virtual.

“Dari yang kita ketahui, di daerah Pamekasan dan Sumenep terdapat sekitar 35 pondok pesantren dan masjid yang melaksanakan tahlil dan doa bersama untuk almarhumah. Demikian juga di beberapa titik di Kabupaten Sampang dan Bangkalan. Bahkan, doa untuk ibunda Bupati Pamekasan tersebut juga terlaksana di luar Madura. Jadi tidak hanya di madura saja” ungkapnya.

“Semuanya ada sekitar 50 masjid dan pondok pesantren yang antusias melaksanakan tahlil bersama dan sebagian dilaksanakan secara virtual untuk mendoakan ibunda Bupati Pamekasan” lanjutnya.

Lebih lanjut Arif mengatakan, antusias masyarakat dan para tokoh untuk berpartisipasi menggelar tahlil dan doa bersama sangat tinggi dengan mematuhi protokol kesehatan covid-19 secara ketat sesuai aturan yang berlaku.

“Sebelum pelaksanaan tahlil, kami sudah menghimbau kepada masyarakat yang mengikuti acara tersebut bersama dimanapun tempatnya tetap mematuhi protokol kesehatan” himbau dia.

Seperti diketahui bersama, Almarhumah Nyai Hj. Maftuhah binti KH. Djufri Marzuqi wafat di usianya yang ke 72 tahun setelah menjalani perawatan intensif dari dokter, Jum’at (6/8/2021) sekitar pukul 01.30 WIB dini hari.

(Arf/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan