Tiga dari Lima Oknum LSM Berperan sebagai Eksekutor

SUMENEP, Limadetik.com – Enam oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LP-KPK tidak menjalankan fungsi secara profesional. LSM semestinya secara sukarela memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tanpa bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari kegiatannya.

Tetapi oknum LSM tersebut justru diduga melakukan pemeresan terhadap salah satu kepada desa di Sumenep, Jawa Timur. Akibatnya, lima dari enam tersangka yang ditangkap polisi, pada Selasa (6/11/2018) kini resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pemerasan.

Kelima orang itu yakni, berinisial MA, IA, AKJ, HH dan AS, satu diantaranya masih dalam tahap penyelidikan. Dalam perkara ini keenam orang itu memiliki peran yang berbeda.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan tiga orang sebagai eksekutor, sementara dua orang lainnya hanya ikut melakukan aksi tindak pidana pemerasan. Terlapor MA, IA dan AKJ, sebagai pelaku, sementara HH dan AS ikut serta dalam kasus itu,” kata KBO Reskrim Polres Sumenep, Iptu Hidayat, Rabu (7/11/2018).

Sementara satu orang diantaranya hanya sebagai sopir mobil dan tidak masuk dalam struktur LSM LP-KPK. “Tersangka inisal MA, IA dan AKJ dijerat dengan pasal 368 KUHP tentang tindak pidana pemerasan, sementara dua orang lain HH dan AS dijerat dengan Pasal 55 KUHP,” tegasnya.

Menurutnya, modus yang mereka lancarkan dengan cara meminta uang pada kepala desa. Kemudian apabila keinginanya tidak dituruti, mereka mengancam akan melaporkan pekerjaan proyek di desa ke Kejaksaan Negeri (Kejari).

“Disitu mereka menilai pekerjaan proyek tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB),” imbuhnya.(hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here