TNGGP Akan Kembangkan Curug Goong sebagai Obyek Wisata Alam di Cianjur

Red: Rudy

Sejumlah jurnalis dari Jakarta, Cianjur dan Sukabumi peserta Kunjungan Media Program Aqua Lestari foto bersama di Curug Goong, Kampung Tabrik, Desa/Kecamatan Gekbrong, Cianjur, Jawa Barat (foto kompas)

CIANJUR, Limadetik.com – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) terus mengembangkan sejumlah potensi alamnya menjadi obyek wisata alam. Salah satunya di Resort Tegallega, Kampung Tabrik, Desa/Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Di dalam kawasan konservasi ini, sedang dikembangkan salah satu keunikan alam yaitu obyek wisata alam air terjun (curug). Masyarakat setempat mengenalnya dengan nama Curug Goong yang tingginya diperkirakan sekitar 50 meter.

Lokasi Curug Goong ini terletak pada ketinggian sekitar 1.250 meter dari permukaan laut (mdpl) dan masuk kategori zona rimba.

”Curug Goong ini memang akan dikembangkan sebagai obyek wisata yakni wisata alam,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I Cianjur, V. Diah Qurani Kristina kepada wartawan di sela kegiatan Kunjungan Media ke Program Aqua Lestari, di Kampung Tabrik, Gekbrong, Cianjur, Senin (27/11/2017).

Dia menuturkan pengembangan obyek wisata alam ini dilakukan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di pinggiran kawasan konservasi. Terlebih lagi, rencananya di wilayah Kampung Tabrik ini akan dijadikan sebagai desa wisata yang dilakukan berkolaborasi.

”Keuntungan masyarakat, bila wisata alam ini berkembang, masyarakat dapat menjadi pemandu, membuka homestay, membuka lahan parkir, dan kuliner. Masyarakat tidak jadi penonton, masyarakat jadi pelaku, dan kami menjadi fasilitator saja,” tuturnya.

Diah menjelaskan dalam pengembangan obyek wisata alam Curug Goong ini tentunya masih terus ditata sesuai konsep wisata alam. Seperti tidak merubah bentang alam, tetap membiarkan alami, membuat jalur yang aman, nyaman bagi wisatawan dan mencegah wisata masal.

Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat pada pagi hari dilihat dari Caringin, Kabupaten Bogor, 30 November 2013.
Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat pada pagi hari dilihat dari Caringin, Kabupaten Bogor, 30 November 2013.(KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZES)

”Sebenarnya kita akan mencegah mass tourism (wisata massal), tapi kalau sudah berkembang tidak bisa menghentikan minat masyarakat itu, Paling bisa seperti pendakian gunung ada penutupan sementara,” katanya.

Salah seorang jurnalis, Riga Nurul Iman mengakui lokasi obyek Curug Goong memang masih alami. Untuk menuju ke lokasi dari batas hutan juga sangat bagus karena kondisi hutannya masih terlihat utuh.

”Kondisi alam yang masih alami inilah yang harus dipertahankan. Jangan sampai nantinya setelah dibuka untuk umum, malah jadi banyak sampah dan kotor,” kata Riga yang mengikuti kegiatan kunjungan jurnalis ke Kampung Tabrik.

”Juga jalurnya harus yang membuat nyaman bagi para wisatawan. Harus dipertimbangkan juga untuk evakuasi bagi wisatawan, kalau ada yang cedera atau sakit,” ucapnya yang beberapa kali nyaris terpeleset karena kondisi jalan setapak yang licin dampak hujan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here