https://limadetik.com/

Warga Sapeken Bingung, Kapal Perintis Rute Kepulauan Tidak Beroperasi

  • Bagikan
Warga Sapeken Bingung, Kapal Perintis Rute Kepulauan Tidak Beroperasi
FOTO: KM Sabuk Nusantara 115 saat bersandar di Pelabuhan Kaliangat (dok.limadetik)

SUMENEP, Limadetik.com – Warga Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur merasa bingung karena kapal perintis yang biasa melayani warga antar pulau dan Kabupaten sudah lama tidak beroperasi.

DA (30) warga asal Kepulauan Sapeken mengungkapkan kebingungannya sejak kapal perintis yang biasa melayani masyarakat kepulauan baik kangean ataupun sapeken hingga banyuwangi tidak lagi beroperasi.

https://limadetik.com/

“Bingung kita sekarang khususnya warga Sapeken, mau pulang harus nunggu kapal 1 minggu sekali. Adanya cuma KM Darma Bhakti Sumekar 1. Dan perintis sudah tidak lagi diizinkan beroperasi sejak PPKM” katanya, pada media ini, Minggu (8/8/2021).

Menurutnya, bagi warga kepulauan khususnya sapeken tentu keberadaan Kapal Perintis sangat membantu mereka, sebab, selain kapasitas kapal yang besar ongkos juga ljauh lebih murah.

“Kalau orang sapeken seperti kami ini kalau naik kapal Sumenekar I ongkosnya kan mahal diatas Rp 100 ribu, kalau perintis kan kami bisa hemat hanya Rp 20.000 ribu saja sudah nyampek sapeken, belum lagi ongkos barang” terangnya.

Selain itu lanjut DA, pergerakan perekonomian masyarakat Sapeken juga sangat terkendala, karena selama ini mereka (warga sapeken, red) hanya mengandalkan Kapal Perintis untuk bisa bepergian baik ke Sumenep terlebih ke Banyuwangi untuk memenuhi sejumlah kebutahan masyarakat.

“Semenjak Perintis ini tidak lagi beroperasi, banyak kesulitan terkait kebutuhan masyarakat yang dihadapi, karena biasanya kami lebih banyak arah perekonomiannya ke Banyuwangi. Sedangkan Kapal Sumekar inikan tidak melayani rute Banyuwangi, belum lagi keadaan kapal nya juga seperti itu sudah agak tua” tandasnya.

Dirinya meminta kepada Pemerintah, agar bisa kembali mengoperasikan Kapal Perintis yang bisa memberikan pelayanan lebih kepada masyarakat kepulaun, terlebih ditengah situasi pandemi saat ini.

“Harapan kami sebagai warga masyarakat Sapeken, kiranya pemerintah tidak hanya melihat sepihak. Jika alasannya PPKM apa bedanya dengan kapal Sumekar I yang masih tetap beroperasi. Atau kenapa juga Sumekar 3 yang katanya kapal kebanggaan Sumenep justru tidak dioperasikan, ada apa ini” tanya DA yang juga pengusaha ikan segar ini.

Sebelumnya, media ini pernah mengkorfirmasi kepada salah satu petugas di Pelabuhan Kaliangat prihal tidak beroperasinya Kapal Perintis. Ia mengatakan pihaknya hanya mengikuti apa yang menjadi keputusan di atas.

“Karena memang situasi ini masih PPKM, dari sebelumnya PPKM darurat, kini Sumenep lagi PPKM Level 4, dan pada dasarnya kami di sini (pelabuhan kalingat, red) kan hanya mengikuti seperti apa keputusan pemerintah diatas, kami tidak punya otoritas terkait hal itu mas, jadi mohon maaf atas semua ini” katanya.

Sebagaimana diketahui, sejak ditetapkannya PPKM Darurat hingga PPKM Leveel 4 di Kabupaten Sumenep, Kapal Perintis yang biasa melayani masyarakat kepulauan Kangean-Sapeken tidak lagi dioperasikan untuk sementara waktu dengan alasan memutus penyebaran covid-19.

(yd/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan