Guru Ngaji di Sumenep Butuh Uluran Tangan

K. Fathor saat ngajarin santrinya ngaji.

SUMENEP, Limadetik.com – Pada jaman yang semakin maju ini, tidak mudah mencari sosok yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Apalagi yang rela mengabaikan kebutuhan dan kepentingan dirinya sendiri demi memajukan pendidikan anak bangsa.

Baca Juga:

K. Fathor (60), warga Desa Taman Sare, Kecamatan Dungkek, Sumenep, Jawa Timur ditengah kondisi ekonominya yang tidak jelas, memiliki kepedulian terhadap orang lain. Khususnya dalam memajukan pendidikan Indonesia.

“Dia adalah guru ngaji. Santrinya sekitar 25 orang. Dia mengajari anak-anak warga disini gratis dan tidak pernah mengharap imbalan. Padahal dia untuk biaya hidup saja, tidak memiliki pendapatan yang jelas,” kata Rosita (29) warga setempat kepada¬†limadetik.com, Selasa (2/12/2017).

Rosita selama ini dikenal sebagai aktifis perempuan yang konsen mencari warga yang kurang mampu dan membantu menjarikan donatur. Banyak warga yang dibantu. Sebagian telah dibuatkan rumah dengan menggunakan dana yang diperoleh dari donatur.

Menurut keterangan Rosita, selama 4 tahun, K. Fathor merawat istrinya yang lumpuh dan 100 hari lalu meninggal dunia.

“Sebelumnya, dia pedagang. Setelah istrinya sakit, modalnya terus berkurang karena dibuat biaya berobat, hingga tokonya tutup. Sekarang untuk makan sehari-hari, Ia dibantu ponaan dan tetangganya,” terangnya.

Kini, K. Fathor tinggal seorang diri di rumah tuanya. Sedangkan anak lelakinya, tinggal di rumah istrinya.

“Kami harap ada warga yang peduli untuk membantu biaya hidupnya. Karena beliau sudah tidak bisa berbuat banyak untuk keberlangsungan hidupnya sendiri,” harapnya. (hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here