Kabar Baik dari Sumenep: Desa Mandiri Tembus 146, Desa Berkembang Terus Menyusut

- Penulis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep bersama Sekda, Kepala DPMD dan Kepala Bappeda serta Camat se-Kabupaten Sumenep

Bupati Sumenep bersama Sekda, Kepala DPMD dan Kepala Bappeda serta Camat se-Kabupaten Sumenep

Kabar Baik dari Sumenep: Desa Mandiri Tembus 146, Desa Berkembang Terus Menyusut

limadetik.com/. SUMENEP — Pemerintah Kabupaten Sumenep mencatat perkembangan positif dalam pembangunan dan kemandirian desa. Hasil pemutakhiran Indeks Desa Tahun 2026 menunjukkan jumlah desa berstatus Mandiri dan Maju meningkat, sementara desa Berkembang mengalami penurunan cukup signifikan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Drs. Achmad Dzulkarnain, menyampaikan capaian tersebut dalam kegiatan Penandatanganan Berita Acara Pemutakhiran Data Indeks Desa Tahun 2026 di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Jumat (28/8/2026).

Menurut Dzul sapaan akrabnya, pemutakhiran Indeks Desa menjadi bagian penting untuk melihat secara objektif perkembangan kondisi desa sekaligus menentukan arah kebijakan pembangunan ke depan.

“Indeks Desa memberikan gambaran objektif mengenai tingkat perkembangan desa. Data ini menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan dan prioritas pembangunan desa,” ujar Achmad Dzulkarnain.

Baca Juga  From Farm to Table: The Journey of Food and its Impact on Our Health and the Environmen

Berdasarkan hasil pemutakhiran, jumlah desa berstatus Mandiri meningkat menjadi 146 desa, dari sebelumnya 134 desa. Artinya, terdapat tambahan 12 desa yang masuk kategori Mandiri.

Sementara itu, desa berstatus Maju meningkat menjadi 145 desa, dari sebelumnya 140 desa.Yang menarik, jumlah desa berstatus Berkembang justru turun menjadi 39 desa, dari sebelumnya 56 desa. Dengan demikian, terdapat pengurangan 17 desa dalam kategori tersebut.

330 Desa Ikut Pemutakhiran

Achmad Dzulkarnain menjelaskan, proses pemutakhiran tidak dilakukan secara instan. Tahapannya diawali dengan sosialisasi Pemutakhiran Data Indeks Desa 2026 pada 4 Agustus 2026.

Selanjutnya, pemutakhiran dilakukan melalui kolaborasi Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat, PIC Indeks Desa Kecamatan serta Tim Verifikasi dan Validasi.

Proses tersebut mencakup 330 pemerintah desa di 27 kecamatan se-Kabupaten Sumenep. “Pemutakhiran ini dilakukan bersama seluruh pihak terkait agar data yang dihasilkan benar-benar dapat menggambarkan kondisi desa,” jelasnya.

Baca Juga  SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa, Tegaskan Komitmen Menjaga Demokrasi dan NKRI

Indeks Desa mengukur berbagai indikator yang berkaitan langsung dengan pembangunan dan kehidupan masyarakat desa, antara lain layanan dasar, sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas serta tata kelola pemerintahan desa.

Karena itu, menurut Achmad Dzulkarnain, peningkatan status desa harus dimaknai sebagai bagian dari proses pembangunan yang terus berjalan, bukan sekadar perubahan angka atau kategori.

Masih Ada 39 Desa yang Harus Didorong

Meski capaian 2026 menunjukkan tren positif, DPMD Sumenep masih memiliki pekerjaan besar. Sebanyak 39 desa masih berada pada status Berkembang.

Jumlah tersebut menjadi sasaran berikutnya untuk terus didorong agar mampu naik kelas menjadi desa Maju maupun Mandiri.

Baca Juga  Polisi Ungkap Dugaan Pencabulan Anak di Kangean, Pria 43 Tahun Diamankan

“Harapannya ke depan seluruh desa di Kabupaten Sumenep semakin maju dan mandiri, sehingga tidak ada lagi desa yang berstatus Berkembang,” tegas Achmad Dzulkarnain.

Ia menambahkan, data Indeks Desa juga penting sebagai bahan evaluasi pemerintah dalam merancang program pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Dengan kenaikan desa Mandiri dari 134 menjadi 146 dan desa Maju dari 140 menjadi 145, sementara desa Berkembang turun dari 56 menjadi 39, arah perubahan status desa di Sumenep pada 2026 menunjukkan tren yang cukup kuat menuju kemandirian.

Namun, capaian tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Pemkab Sumenep untuk memastikan 39 desa Berkembang tidak sekadar tercatat turun jumlahnya, tetapi benar-benar mendapatkan intervensi pembangunan yang mampu mengangkat status dan kualitas kehidupan masyarakatnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Wahyu

Editor : Wandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satlantas Polresta Sumenep Tanamkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas kepada Pelajar SMPN 5
DPRD Sumenep Gelar Jalan Sehat Politik, Siapkan 1.500 Paket Sembako dan Hadiah Rp100 Juta
DPMPTSP Sumenep Dorong Pelaku Usaha Segera Laporkan LKPM Triwulan III 2026
RDTR Sumenep Disusun, Bupati Fauzi Tekankan Koordinasi dan Kemampuan Fiskal
Bupati Sumenep Dorong Pelajar Perkuat Budaya Literasi di Tengah Arus Informasi Digital
Baznas Jatim Timur Kolaborasi dengan Baznas Sumenep Bantu Warga Desa Langsar yang Krisis Air Bersih
SMSI Sumenep Dorong Media Lokal Keluar dari Zona Nyaman, Bidik Pasar Nasional
Polisi Ungkap Dugaan Pencabulan Anak di Kangean, Pria 43 Tahun Diamankan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Satlantas Polresta Sumenep Tanamkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas kepada Pelajar SMPN 5

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:56 WIB

DPRD Sumenep Gelar Jalan Sehat Politik, Siapkan 1.500 Paket Sembako dan Hadiah Rp100 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:32 WIB

DPMPTSP Sumenep Dorong Pelaku Usaha Segera Laporkan LKPM Triwulan III 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:00 WIB

RDTR Sumenep Disusun, Bupati Fauzi Tekankan Koordinasi dan Kemampuan Fiskal

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Bupati Sumenep Dorong Pelajar Perkuat Budaya Literasi di Tengah Arus Informasi Digital

Berita Terbaru