Terulang jagi ! Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Berakhir Duka
LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Operasi pencarian dua pendaki yang hilang selama tiga hari di kawasan Gunung Piramid, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, berakhir duka.
Tim SAR Gabungan memastikan kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar jurang kawasan Punggung Naga, Selasa (4/8/2026).
Meski kedua korban telah ditemukan, proses evakuasi belum dapat dituntaskan pada hari yang sama. Tim SAR memutuskan melanjutkan pengangkatan jenazah pada Rabu besok menggunakan sistem lifting karena medan yang sangat ekstrem dan cuaca yang memburuk.
Komandan Tim Operasi SAR Basarnas Tapal Kuda, S. Jefriyanzah Putra Pratama, mengatakan target operasi pencarian telah tercapai sekitar pukul 12.13 WIB saat kedua korban berhasil ditemukan di dasar jurang.
Korban diketahui bernama Maliya Finda (51), warga Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, serta Irfan Nasrul Lalili (34), warga Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, yang selama ini dikenal sebagai porter sekaligus pemandu pendakian.
Keduanya ditemukan dalam posisi terpisah dengan jarak sekitar lima meter di dasar jurang kawasan Punggung Naga.
“Target telah kita ketahui sekitar pukul 12.13 WIB. Selanjutnya dilakukan packing patient dan Alhamdulillah pada pukul 16.00 WIB dua korban sudah ter-packing dengan baik,” ujar Jefriyanzah.
Menurutnya, proses evakuasi tidak dapat langsung dilanjutkan karena kabut tebal mulai menyelimuti kawasan Punggung Naga menjelang sore sehingga membatasi jarak pandang personel di lapangan.
Selain faktor cuaca, Tim SAR juga harus memastikan sistem anchoring atau titik tambat benar-benar aman sebelum proses lifting dilakukan agar keselamatan seluruh personel tetap terjamin.
“Yang menjadi kendala utama adalah cuaca. Saat ini kondisi di atas sangat berkabut. Selain itu kami harus memilih dan membuat anchor yang aman untuk proses lifting,” katanya.
Pada operasi Rabu pagi, Basarnas membagi personel menjadi tiga tim. Dua tim bertugas membangun sistem lifting sekaligus mengangkat kedua jenazah menuju jalur Punggung Naga.
Setelah berhasil diangkat, jenazah akan dievakuasi secara estafet menuju Pos 2 bersama Tim SAR Gabungan. Selanjutnya korban dibawa ke Pos 1 sebelum diberangkatkan menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara.
“Satu tim lainnya akan kami tempatkan di jalur Pos 1 hingga Pos 2 untuk mempercepat proses estafet korban sampai ke titik evakuasi,” jelas Jefriyanzah.
Ia memastikan hingga berakhirnya operasi hari pertama, seluruh personel gabungan dalam kondisi aman. Operasi tersebut melibatkan Basarnas, BPBD Bondowoso, TNI, Polri, potensi SAR, Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Bondowoso, relawan, serta masyarakat sekitar.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, membenarkan kedua korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 60 meter.
“Posisi sekarang korban sudah ditemukan. Dua-duanya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan jarak sekitar lima meter,” ujar Kristianto.
Ia menjelaskan, setelah ditemukan, kedua jenazah langsung dimasukkan ke dalam body bag sebagai persiapan proses evakuasi. Namun, pengangkatan ditunda karena kondisi medan yang curam serta keterbatasan peralatan lifting yang baru didatangkan dari Basarnas Banyuwangi.
“Kendala utama memang medan yang sangat berat. Selain itu, perlengkapan untuk lifting masih kami datangkan dari Basarnas Banyuwangi. Logistik pendukung sedang dalam perjalanan dan diperkirakan besok sudah tiba di lokasi,” katanya.
Kristianto menambahkan, sebagian personel SAR gabungan memutuskan bermalam di sekitar lokasi penemuan agar proses evakuasi dapat dimulai sejak pagi tanpa harus kembali menempuh perjalanan menuju titik kejadian.
Menurut keterangan keluarga, kedua korban merupakan pendaki berpengalaman. Maliya Finda telah beberapa kali melakukan pendakian gunung, sedangkan Irfan Nasrul Lalili dikenal sebagai porter sekaligus pemandu pendakian di sejumlah jalur pegunungan di Bondowoso.
BPBD Bondowoso memastikan seluruh proses evakuasi dilakukan dengan mengedepankan keselamatan personel.
Penulis : Budhi
Editor : Wahyu











