Sinung Sudrajad Desak Pemkab Tutup Pendakian Gunung Piramid

- Penulis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad

Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad

Sinung Sudrajad Desak Pemkab Tutup Pendakian Gunung Piramid

limadetik.com/, BONDOWOSO – Tragedi kembali merenggut nyawa pendaki di Gunung Piramid, Bondowoso, Jawa Timur. Dua pendaki hilang selama 3 hari, kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, mendesak pemerintah menutup sementara jalur pendakian hingga sistem keselamatan benar-benar dibenahi.

Menurut Sinung, insiden yang kembali terjadi menjadi sinyal bahwa pengelolaan wisata pendakian di gunung Piramid tidak bisa lagi dilakukan dengan pola lama.

Jalur ekstrem tersebut, kata dia, harus ditutup sementara sambil dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan.

“Yang pertama harus dilakukan adalah menutup sementara dan melarang pendakian. Setelah itu pemerintah desa, kecamatan, kabupaten bersama Dinas Pariwisata harus menyiapkan sistem yang benar,” kata Sinung, Rabu (5/8/2026).

Pernyataan itu disampaikan setelah operasi pencarian dua pendaki yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Piramid berakhir duka.

Tim SAR gabungan menemukan kedua korban meninggal dunia di kawasan Punggung Naga pada kedalaman sekitar 60 meter.

Korban ditemukan berjarak sekitar lima meter satu sama lain. Mereka adalah Maliya Finda (51), warga Surabaya, dan Irfan Nasrul Laili (34), seorang pemandu pendakian asal Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso.

Sinung menegaskan, penutupan jalur bukan bertujuan mematikan sektor wisata. Sebaliknya, langkah tersebut diperlukan agar pemerintah memiliki waktu membangun sistem pendakian yang aman, profesional, dan berstandar.

Dia mengusulkan pemerintah menyeleksi pemuda-pemuda setempat untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan di organisasi pencinta alam profesional, seperti Wanadri dan lembaga sejenis. Setelah memperoleh sertifikasi, mereka dapat bertugas sebagai pemandu resmi di Gunung Piramid.

“Setiap wisatawan yang ingin mendaki Gunung Piramid wajib didampingi guide yang sudah terlatih dan bersertifikat. Kalau belum ada guide profesional, jangan diizinkan mendaki,” tegas Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso ini.

Menurutnya, keberadaan pemandu bersertifikat bukan hanya untuk menunjukkan jalur pendakian, tetapi juga memiliki kemampuan melakukan pertolongan pertama dan penanganan kondisi darurat apabila terjadi kecelakaan di gunung.

Selain membangun sumber daya manusia, Sinung juga mendorong pemerintah desa mengembangkan fasilitas penunjang wisata seperti penyewaan tenda, perlengkapan pendakian, hingga camping ground. Dengan konsep tersebut, Gunung Piramid dinilai dapat berkembang sebagai destinasi ekowisata premium, bukan sekadar wisata massal.

“Kalau konsep ini dijalankan, semua pihak akan diuntungkan. Wisatawan merasa aman, pemerintah desa memperoleh pendapatan, pemerintah kabupaten mendapat PAD, bahkan jika bekerja sama dengan Perhutani semua bisa sama-sama mendapatkan manfaat,” ujarnya.

Sinung mengungkapkan gagasan tersebut bukan hal baru. Ia mengaku telah menyampaikannya sejak insiden pendaki sebelumnya yang menewaskan almarhum Thorik. Bahkan, sejumlah komunitas SAR disebut telah mendukung konsep pengelolaan wisata berbasis keselamatan tersebut.

“Sudah beberapa kali saya sampaikan. Program ini sebenarnya low cost, tidak membutuhkan biaya besar. Banyak pihak yang bisa diajak bekerja sama untuk melatih pemuda setempat menjadi guide profesional. Tinggal ada niat atau tidak,” katanya.

Ia juga mengingatkan tren pendakian gunung terus meningkat setiap tahun. Karena itu, larangan tanpa diikuti pembenahan tata kelola dinilai tidak akan efektif menghentikan aktivitas pendakian ilegal.

“Kalau hanya ditutup tanpa solusi, orang tetap akan mencari celah untuk naik. Karena itu penutupan harus bersifat sementara sambil menyiapkan SDM, aturan, dan fasilitas. Setelah semuanya siap, baru dibuka kembali dengan standar keselamatan yang jelas. Kalau tidak, kita hanya tinggal menunggu korban-korban berikutnya,” pungkas Sinung.

Facebook Comments Box

Penulis : Budhi

Editor : Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rakor P2P 2026: Dinkes Bondowoso Klaim DBD Terkendali, Kasus HIV Turun Hingga 50 Persen
Setuju P-APBD 2026 dengan Catatan, Fraksi Gerindra Soroti Defisit Rp145,1 Miliar dan Kenaikan Belanja Barang Jasa
Distribusi BBM ke Bondowoso Tersendat, DPRD: Stok Aman Jangan Panik
Fraksi PKB Dorong Pembahasan P-APBD 2026 Substantif, Utamakan Kepentingan Rakyat Bondowoso
Protes Waktu Singkat, Fraksi PPP Pilih Tak Hadiri PU Fraksi Paripurna P-APBD Bondowoso
Lansia 86 Tahun di Prajekan Ditemukan Meninggal di Sungai Setelah Hilang Saat Cari Klaras
HUT HIMPAUDI ke-21, Guru PAUD Bondowoso Didukung Terus Semangat Mengabdi dan Mencerdaskan Generasi
DPC PDI Perjuangan Bondowoso Gelar Lomba BMX Cross dan Kontes se-Jatim, Dorong Bakat Generasi Muda
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:05 WIB

Rakor P2P 2026: Dinkes Bondowoso Klaim DBD Terkendali, Kasus HIV Turun Hingga 50 Persen

Jumat, 11 September 2026 - 14:40 WIB

Setuju P-APBD 2026 dengan Catatan, Fraksi Gerindra Soroti Defisit Rp145,1 Miliar dan Kenaikan Belanja Barang Jasa

Senin, 7 September 2026 - 14:38 WIB

Distribusi BBM ke Bondowoso Tersendat, DPRD: Stok Aman Jangan Panik

Sabtu, 5 September 2026 - 12:03 WIB

Fraksi PKB Dorong Pembahasan P-APBD 2026 Substantif, Utamakan Kepentingan Rakyat Bondowoso

Sabtu, 5 September 2026 - 11:55 WIB

Protes Waktu Singkat, Fraksi PPP Pilih Tak Hadiri PU Fraksi Paripurna P-APBD Bondowoso

Berita Terbaru