SUMENEP, Limadetik.com — Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Majelis Pemuda Revolusi (MPR) Madura Raya melakukan audiensi ke Dispertahutbun Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (27/2/2020).
Audiensi ini dalam rangka mempertanyakan program-program yang dicanangkan Dispertahutbun untuk tanaman tembakau supaya tembakau petani kita berkualitas tinggi dan harga menjadi mahal, mengingat sekitar kurang lebih tiga bulan lagi akan memasuki musim tanam tembakau.
Ada dua program yang sudah dicanangkan Dispertahutbun, yaitu pembibitan dan sekolah lapang. Sedangkan realisasinya dimulai dari bulan April hingga Juni. Untuk pembibitan, Dispertahutbun menyediakan bibit tembakau yang berkualitas. Dan untuk sekolah lapang, akan dilaksanakan pendidikan atau penyuluhan ketembakaun melalui kelompok-kelompok tani, misalnya tentang tata cara merawat tembakau dan melindungi tembakau dari serangan hama.
“Kita punya program pembibitan dan sekolah lapangan untuk menjaga kualitas tembakau di Kabupaten Sumenep,” kata Kabid Perkebunan, ibu Rina.
Selain itu, MPR Madura Raya juga mempertanyakan soal kelangkaan pupuk yang sering dihadapi petani dan menghimbau kepada Dispertahutbun untuk serius merealisasikan program-program yang sudah dicanangkan serta harus turun ke petani melakukan pendampingan.
MPR Madura Raya tidak ingin nasib petani tembakau pada tahun ini sama dengan tahun 2019 kemarin. Di mana harga tembakau pada tahun kemarin anjlok dan petani merugi.
Sutrisno, Kordinator Audiensi MPR Madura Raya mendukung semua program yang dicanangkan Dispertahutbun, bahkan pihaknya berjanji akan berada di garda terdepan bersama pemerintah, khususnya Dispertahutbun dalam menyukseskan realisasi program-program tersebut.
“Jika program-program itu tidak terealisasi hingga waktu yang ditentukan, maka MPR Madura Raya mengancam akan melakukan gerakan massa dan akan mengawal persoalan tembakau hingga tuntas dan petani mendapatkan haknya” terangnya.
Senada dengan Ketua MPR Madura Raya, Mohammad Nauval menegaskan, jika pihaknya merasa harus terlibat menyampaikan setiap program pemerintah kepada masyarakat khususnya terkait dengan tembakau agar tiap apa yang dicanangkan tidak sia sia.
“Kami akan membantu pemerintah dalam menyukseskan program-program ketembakaun demi kesejahteraan petani, tetapi apabila program-program tersebut tidak terealisasi sesuai waktu yang ditentukan dan hanya menjadi omong kosong, maka MPR Madura Raya akan melakukan aksi dan gerakan massa dan berkomitmen akan mengawal persoalan tembakau demi tembakau berkualitas dan petani sejahtera,” tegas Noval.
Audiensi ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahutbun) Kabupaten Sumenep, Habe Hajat, SP, M.Si, Kabid Perkebunan, Rina dan Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Thalabuddin Muslim.
Kegiatan Audiensi ini dimulai pukul 11.30 sampai 12.30 di auditorium Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (DISPERTAHUTBUN) Kabupaten Sumenep. (val/yd)