oleh

Aktivis Kopri PMII Dipersekusi, Ketua MPR Madura Raya: Itu Tindakan Biadab

SUMENEP, Limadetik.com – Kader Kopri PMII Sumenep, Dinda menjadi buah bibir beberapa hari terakhir setelah fotonya yang sedang merokok menjadi viral di media sosial pasca aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja di depan kantor DPRD Sumenep pada Senin, (12/10) kemarin.

Entah siapa yang mengambil foto Dinda, si orator ulung PMII tersebut pada saat merokok, tiba-tiba fotonya menjadi viral dengan berbagai caption yang merendahkannya. Netizen beramai-ramai menghakiminya, seakan ia perempuan paling berdosa di dunia.

Tak pelak, kejadian ini mendapat respon keras dari Ketua Umum Majelis Pemuda Revolusi (MPR) Madura Raya, Noval. Menurutnya, memviralkan foto si orator cantik yang sedang merokok dengan berbagai caption sinis dan merendahkan itu merupakan usaha mempersekusi seorang aktivis perempuan.

Menurutnya, perempuan merokok bukan sesuatu yang hina. Setiap insan, baik laki atau pun perempuan mempunyai kebebasan dan kemerdekaan yang sama dalam menentukan pilihan hidupnya, menentukan gaya hidupnya, dan bahkan menentukan selera hidupnya.

Noval memandang, mempersekusi aktivis perempuan, apapun alasannya, apalagi hanya karena sebatang rokok itu merupakan tindakan yang tak beradab.

“Mempersekusi si orator perempuan, Dinda itu tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Hal itu merupakan kebiadaban yang tak boleh kita biarkan. Apalagi hanya soal sebatang rokok. Siapa pun bebas merokok, mau laki-laki, mau perempuan bebas dan boleh merokok. Ia tak bertentangan dengan norma hukum dan adat kok. Ngapain dipersekusi begitu,” terang Noval, Kamis (15/10/2020).

Masih menurutnya, mempersekusi si Dinda itu adalah upaya oknum-oknum tertentu untuk membunuh karakter dan mentalnya, sebab ia adalah aktivis perempuan yang lantang dan berani menyuarakan kebenaran di depan umum.

“Jadi kemungkinan, banyak yang tidak menyukainya itu pasti ada. Dan ironisnya, usaha mempersekusi dan membully Dinda dilakukan oleh kebanyakan orang yang berpendidikan, yaitu dengan memasang foto-foto Dinda saat merokok di story WhatsAapnya” terangnya.

Noval mengajak semua kalangan, kaum terdidik dan aktivis untuk menghentikan persekusi serta bullying terhadap Dinda. Mari kita kasih dukungan moril kepadanya, karena dia adalah perempuan dan aktivis yang hebat yang pernah dimiliki Kabupaten Sumenep. Dia adalah aset Sumenep dalam menyuarakan kebenaran di Sumenep pada masa-masa mendatang.

“Kepada semua pihak, terutama kaum terdidik, mari hentikan persekusi dan bullying kepada Dinda, si orator ulung tersebut. Dia bukan perampok, bukan pula koruptor, jadi hentikan merendahkan martabatnya. Lebih baik, kita dukung dia agar tidak patah semangat dalam menyuarakan kebenaran”

“Dukung dia agar tetap istiqamah meneriakkan ketidakadilan di Kabupaten Sumenep. Dia adalah cerminan perempuan merdeka dan bermartabat di Kabupaten Sumenep, bahkan Indonesia. Perempuan-perempuan yang lain harus senantiasa meneladaninya,” tegas Noval.

(yd/nvl/red)

Komentar

Berita Terkini