JEDDAH, Limadetik.com — Presidensi Dua Masjid Suci mulai melaksanakan rencananya untuk musim haji tahun ini. Jamaah dari sejumlah negara telah tiba di tanah suci menandakan mulai berlangsungnya musim haji selama dua bulan dari awal bulan Dhulqadahsaat ini sampai akhir Dhulhijjah.

Dilansir Arab News, Selasa (17/7) Kepala Presidensi Dua Masjid Suci, Sheikh Abdulrahman Al-Sudais mengatakan kepresidenan ingin mempersiapkan awal untuk musim ini tahun ini. Rencana kepresidenan berusaha untuk mencapai sejumlah tujuan, termasuk membantu jamaah melakukan ibadah dengan mudah dan tenang.

Presidensi juga berupaya menyiapkan semua fasilitas secara maksimal. Ia menyoroti ketersediaan sejumlah layanan penting, termasuk ceramah oleh sejumlah ulama dan guru, distribusi Alquran dan pamflet keagamaan, penerjemahan khutbah Jumat ke dalam 10 bahasa dan mengatur kunjungan ke Masjid Nabawi.

Sebanyak 210 pintu di Masjidil Haram dan 100 pintu di Masjid Nabi telah disiapkan. Disediakan 28 eskalator di Masjidil Haram dan empat eskalator di Masjid Nabi. Ada 38 pintu untuk orang-orang dengan kebutuhan khusus dan tujuh untuk perempuan.

Selain itu ada tujuh jembatan dan pintu masuk khusus untuk pemakaman. Ada juga 25 ribu wadah air Zamzam di Masjidil Haram dan 23 ribu wadah di Masjid Nabawi. Pelayanan juga termasuk menerjemahkan ceramah ke dalam bahasa isyarat untuk tuna rungu dan menyediakan layanan bagi mereka dengan kebutuhan khusus.

Ada kereta golf untuk mengangkut jamaah lansia dan mengatur keluar masuk jamaah ke tempat-tempat suci. Presidensi mengatakan bahwa jumlah orang yang mengelilingi Ka’bah di semua lantai Masjidil Haram telah mencapai 107 ribu orang.

Pendingin udara telah dipasang di lantai bawah tanah, lantai dasar dan sejumlah area publik lainnya. Ribuan kipas angin telah dipasang di Dua Masjid Suci dan area lapangnya. Daerah di sekitar Dua Masjid Suci telah dilengkapi dengan lebih dari 8.441 toilet serta lebih dari 6.000 unit wudhu.

Sejumlah program TV, radio dan film yang berbeda telah dibuat menyoroti upaya yang dilakukan oleh Arab Saudi dalam pelayanan dua Masjid Suci dan tempat-tempat suci. Selain itu mereka memastikan pelayanan maksimal yang diberikan kepada para tamu Rumah Allah.

Al-Sudais mengatakan bahwa Kerajaan Arab Saudi menyambut para jamaah dari semua negara di dunia dan dari berbagai sekte. Dia menekankan bahwa Kerajaan ingin menyediakan layanan terbaik bagi semua jamaah untuk membantu mereka melakukan ritual keagamanan dalam kenyamanan, kemudahan dan keamanan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here