SUMENEP, limadetik.com – Kabupaten Sumenep, Jawa Timur tidak hanya kaya akan wisata bahari, tetapi juga banyak objek wisata religi. Di antaranya adalah Pangeran Katandur di Desa Bangkal, Asta Gumuk, Asta Yusuf di Kecamatan Talango dan termasuk pula Asta Tinggi.
Asta Tinggi ini merupakan peristirahatan terakhir raja-raja dan keluarga bangsawan Keraton Sumenep. Makam itu dibangun sejak awal abad 17, lalu baru selesai setelah tiga generasi.
Setelah selesai, makam itu dinamakan Asta Tinggi. Nama itu bahkan dipakai juga sebagai nama jalan keberadaan lokasi makam, yakni Jalan Asta Tinggi, Desa Kebonagung, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep.
Setiap hari Asta Tinggi tidak pernah sepi dari para wisatawan. Apalagi menjelang bulan Ramadan. Para wisatawan baik dari Madura maupun Jawa berziarah ke makam para raja tersebut.
Dalam bahasa Madura, Asta Tinggi disebut sebagai Asta Raja yang maknanya adalah makam para Pangradja atau para Pembesar Kerajaan yang berupa makam.
Asta berarti makam atau kuburan, dan tinggi di sini menunjukkan lokasi makam yang berada di daerah perbukitan. Jadi, Asta Tinggi merupakan kompleks pemakaman bagi Raja Sumenep beserta keluarganya di dataran tinggi.
Di situ disemayamkan R Ayu Mas Ireng, Pangeran Anggadipa, Pangeran Seppo, Pangeran Rama, R Ayu Artak dan Pangeran Panji Polang Jiwa. Termasuk pula makam Ratu Ari, Pangeran Jimat, dan R Aria Wiranegara, dan lain-lain.
Makam pertama yang ada di Asta Tinggi adalah makam dari R Mas Pangeran Anggadipa yang merupakan seorang Adipati. Makam perempuan di samping beliau adalah makam dari istrinya yang bernama R Ayu Mas Ireng, R Ayu Mas Ireng sendiri adalah putri dari Panembahan Lemah Duwur.
Selain ke Asta Tinggi, para wisatawan biasanya langsung ke Asta Yusuf. Untuk ke Asta Yusuf, Anda setelah tiba di Kota Sumenep, lalu ambil arah timur atau ke pelabuhan Kalianget. Kemudian Anda harus naik kapal sekitar 10 menit. Karena Asta Yusuf berada di Pulau Talango. (hoki/yd)