BANGKALAN, limadetik.com — Adanya statement yang dikeluarkan oleh salah satu pimpinan kampus, yaitu Agung Ali Fahmi yang saat ini menjabat sebagai wakil rektor 3 di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang menjadi viral karena screnshoots percakapannya di grup IKA PMII KOM. UTM.
Dalam percakapan tersebut Agung Ali Fahmi mengirim sebuah link berita dengan judul “Sejumlah Kader IMM dan Wapresma Usir PMII dan HMI dari Kampus Muhammadiyah”. Berikutnya ia menanggapi berita itu dengan tulisan. ‘Itu baru benar…👆… bahwa kampus UNMUH ya khusus Muhammadiyah… HMI itu gak punya induk, ibunya “Masyumi” sudah wafat… Yatim Piatu… mumpung masih bulan Muharam kalau ketemu anak HMI elus kepalanya,” tulisnya. Kemudian dia memberikan statement yang bertuliskan “Lho Kampus UTM itu NU…. singkatnya, Universitas Tidak Muhammadiyah…,”.
Informasi yang diterima oleh limadetik.com, hari ini para kader HMI melakukan demontrasi ke kantor rektorat kampus UTM.
Saat dikonfirmasi Kordinator Aksi Moh Thoifur Syairozi mengatakan bahwa ucapan Agung tidak hanya menyakiti kami sebagai mahasiswa tetapi juga sebagai kader HMI, ada beberapa kesalahan yang dilakukan Agung yang sangat mereka sayangkan.
“Pertama Melecehkan HMI dengan statement bahwa HMI berinduk pada salah satu parpol yaitu Masyumi. Kedua, mencoreng nama baik kampus dengan statement bahwa UTM itu Universitas Tidak Muhammadiyah. Dan Ketiga, Bersikap tendensius terhadap suatu golongan dan tidak mampu menjalankan Misi UTM poin kedua yaitu menjaga kondusifitas belajar dimana kampus seharusnya adalah ruang yang merdeka dalam mengembangkan ide dan gagasan.” kata Moh Thoifur Syairozi,melalui rilis yang diterima oleh Limadetik.com, Senin (16/9/19).
Lanjut Moh Thoifur Syairozi menerangkan bahwa, aksi tersebut membawa dua tuntutan terhadap Rektor UTM.
“Tuntutan pertama agar Rektor sebagai pimpinan tertinggi di UTM harus meminta maaf secara terbuka. Tuntutan Kedua, Rektor wajib menanggapi secara bijaksana dalam waktu yang sesingkat-singkatnya dengan cara mengeluarkan Agung Ali Fahmi dari UTM.” ucap Moh Thoifur Syairozi. (zmn/yd)