https://limadetik.com/

Bupati Baddrut Tamam Sebut Tugasnya Bersama Wabup Mengedepankan Sikap Kepemimpinan Sebagai Negarawan

  • Bagikan
IMG 20201107 WA0031

PAMEKASAN, LimaDetik.Com – Bupati Pamekasan Badrut Tamam menegaskan bahwa dirinya bersama wakilnya, Raja’e, dalam melaksanakan tugasnya memimpin Pamekasan tidak akan bersikap seperti politisi, namun akan mengedepankan sikap kepemimpinan sebagai negarawan.

Hal itu diungkapkannya saat memberi sambutan dalam Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda ) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pamekasan masa bhakti 2020-2025, yang diselenggarakan di Hotel Cahaya Berlian Pamekasan, Sabtu (7/11/2020).

https://limadetik.com/

Acara Musda MUI Pamekasan yang tersebut dibuka langsung oleh Ketua MUI Jawa Timur KH Abdusshomad Buchori. Selain Bupati Badrut Tamam, juga hadir  dalam pembukaan Musda tersebut Kapolres Pamekasan, Dandim 0826 Pamekasan serta sejumlah undangan terkait lainnya.

Pada kesempatan itu, Badrut Tamam mengatakan jika dalam menjalankan  tugas kepemimpinannya sebagai Bupati Pamekasan dia mengedepankan kepentingan politiknya, maka dia akan mengarahkan target dan tujuan dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya untuk persiapan Pilkada berikutnya.

“Saya pertegas, saya tidak mau menjadi politisi, saya mau jadi negarawan. Politisi selalu memikirkan bagaimana Pilkada yang akan datang, akan tetapi kalau negarawan akan salalu memikirkan bagaimana mempersiapkan generasi yang akan datang,” tandasnya.

Oleh karenanya sebut mantan anggota DPRD Jatim itu, jika dalam menjalankan tugas kepemimpinannya mengedepankan prinsip kerjanya sebagai negarawan, maka akan menggunakan waktu pikiran dan tenaganya untuk memikirkan  bagaimana upaya yang harus dilakukan untuk memperbaiki  kesejahteraan masyarakat dan generasi muda masa depan.

“Karena pilihannya menjadi negarawan yang melayani masyarakat, maka dalam menjalankan tugas kepemimpinan kami merasa perlu melibatkan dan bersama elemen masyarakat khususnya Ormas Islam untuk ikut bersama berupaya membangun menuju Pamekasan yang berkemajuan” terangnya.

Dirinya nengaku, sejak dipilih menjadi bupati, ia memastikan bahwa seluruh Ormas Islam di Pamekasan mendapatkan dana hibah dari pemerintah. “Tujuannya Ormas yang memiliki ummat perlu didukung oleh pemerintah untuk mengedukasi umatnya hidup dan berdaya saing di zaman penuh tantangan yang menuntut Ormas melakukan edukasi kaderisasi” ujarnya.

Terkait dengan pelaksanaan Musda MUI Pamekasan, dia menegaskan tidak memilki dukungan pada siapapun untuk menjadi pimpinan MUI. Dirinya bersama wakilnya, Raja’e,  hanya akan mendukung prinsip perjuangan yang akan dijalani oleh MUI ke depan, termasuk di dalamnya adalah dukungan APBD di tahun 2021.

Tambah Baddrut, sebagai daerah yang memiliik motto Gerbang Salam (Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami), diri mengaku bahwa dia menjadikan motto itu sebagai acuan dalam menjalankan kepemimpinannya. Diantaranya pihaknya memastikan dalam masa kepemimpinannya bersama Wabup Raja’e tidak akan ada jual beli jabatan.

“Ini prinsip karena kita butuh ketauladanan kepemimpinan pemerintahan Gerbang Salam di kabupaten ini. Gerbang Salam harus  diturunkan menjadi tindakan, tidak hanya disampaikan tetapi tidak ada turunan kerja teknis yang bisa mengedukasi mendorong yang bisa membuat pemerintahan kita semakin baik,” pungkasnya.

(Arif/Adv)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan