https://limadetik.com/

Dinsos Sampang di Demo LSM PBB Soal Program Kube dan RTLH

  • Bagikan
IMG 20200630 WA0031

SAMPANG, Limadetik.com – LSM Pemuda Bangsal Bersatu (PBB) melakukan demo ke dinas sosial kabupaten sampang dalam rangka mengawal program rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni (RTLH) dan usaha ekonomi produktif melalui kelompok usaha bersama (KUBE) tahun anggaran 2019 yang bersumber dari APBN melalui Dinas Sosial.

Menurut Ketua LSM PBB Abu Bakrin dalam rilisnya menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sampang telah menerima kucuran dana dari pusat 1,8 miliar tahun 2019 untuk usaha ekonomi produktif melalui kube yang di laksanakan oleh Dinas Sosial Sampang, yabg hanya di peruntukan 2 kecamatan omben dan banyuates yang reqlisasi di lapangan bernilai remang remanng.

https://limadetik.com/

“Ada yang terwujud ada pula yang tak bertuan,  begitu puka dengan rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni (RTLH) juga mendapatkan dana dari pusat 15 juta per rumah” jelasnya.

Lanjut Bakrin, sementara ada 180 rumah rakyat yang di bedah tapi tak dijahit kembali, dengan indikasi terjadi pemotongan dana oleh oknum pendamping sehingga lagi -lagi masyarakat yang menjadi korban.

“RTLH banyak yang mangkrak” ujar Bakrin.

IMG 20200630 WA0029
Surat pernyataan bersama pendemo dan Kadinsos Sampang

Demo tersebut membawa beberapa tuntutan, di antaranya Memberikan panismen terhadap oknum pendamping dengan di pecat, mengembalikan uang atas indikasi terjadi pemotongan di lapangan dan membenahi kube yang telah menelan anggaran pemerintah 1,8 M dengan RTLH yang masih amburadul dalam pengerjaan.

Saat menemui para demonstran, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sampang Moh Amiruddin menjelaskan bahwa program Kube dan RTLH sudah melalui beberapa seleksi.

“Di mulai seleksi di kemensos, dinas sosial dan pendamping” tuturnya.

Di depan para demonstran Amiruddin membantah bahwa tidak pernah ada pemotongan terkait kegiatan RTLH dan Kube.

“Tunggu azabnya bila main-main dengan uangnya orang miskin, kalau ada pemotongan tunjukkan kepada kami, itu uang turun langsung ke rekeningnya masing-masing kelompok” terangnya di depan pendemo.

Dalam demo tersebut akhirnya terjadi kesepakatan antara para pendemo dengan Amirruddin sebagai kepala Dinsos Sampang yang saling di tanda tangani, isi kesepakatan tersebut diantaranya.

Mengembalikan uang pemotongan uang program RTLH (Apabila terbukti),  memberikan panismen terhadap oknum yg melakukan pemotongan apabila terbukti dan membenahi Kube yang telah menelan anggaran pemerintah 1,8 M.

Amiruddin,  saat di konfirmasi menyampaikan terkait dengan proses pengawasan pada kegiatan Kube dan RTLH di lakukan oleh para pendamping.

“Pengawasan di lakukan oleh pendamping, tapi kami juga turun  ke lapangan, jumlah pendamping seluruhnya ada 9 orang untuk RTLH dan Kube” tukas Amiruddin. (zaman/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan