Gereja Disambar Petir, 14 Orang Tewas dan 140 Lainnya Alami Cedera

Red: Rudy

Ilustrasi

KIGALI, Limadetik.com – Sedikitnya 14 orang tewas ketika satu gereja disambar petir di Rwanda Selatan pada Sabtu (10/3). Selain menewaskan belasan orang, beberapa sumber pada Ahad (11/3) menyebutkan sambaran petir tersebut juga membuat 140 orang lainnya mengalami cedera.

“Sebagian orang yang cedera berada dalam kondisi kritis,” kata Francois Habitegeko, Wali Kota Kabupaten Nyaruguru, Provinsi Southern, dalam taklimat kepada media pada Sabtu (10/3).

Gubernur Provinsi Southern Marie Rose Mureshyankwano ketika dikonfirmasi Xinhua, Ahad (11/3) mengatakan jumlah korban tewas tetap 14 orang. “Relawan dan staf Palang Merah Rwanda telah membantu keluarga yang terpengaruh dalam mengubur korban,” kata seprang pejabat Palang Merah yang tak ingin disebutkan jatidirinya.

Sementara Direktur Rumah Sakit Munini, Innocent Ndebeyaho, mengatakan sebanyak 70 korban cedera dibawa ke Rumah Sakit Munini. “58 dari mereka telah diperkenankan pulang,” ujarnya.

Sebanyak 70 orang lagi dibawa ke instalasi kesehatan lain dan telah diperkenankan pulang. “Salah seorang dari mereka dirujuk ke University Teaching Hospital di Butare, rumah sakit rujukan nasional,” kata Ndebeyanto menambahkan.

“Petir menyambar melalui pintu belakang gereja tersebut yang terbuka, mempengaruhi mereka yang duduk di bagian belakang dan menewaskan semua orang yang memiliki telepon,” kata Ndebeyaho¬† mengutip penyintas. Petir itu juga merusak tembok belakang gereja.

Dua orang lagi dilaporkan tewas akibat disambar petir pada Ahad dalam kasus terpisah di Kabupaten Gisagara dan Huye di provinsi tersebut, kata gubernur itu.

Dalam sambaran petir lain pada Jumat, dua orang, termasuk seorang murid sekolah dasar, meninggal dan 16 orang lagi cedera di Kabupaten Nyaruguru, sehingga jumlah orang yang tewas jadi 18 di provinsi tersebut dalam tiga hari belakangan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here