https://limadetik.com/

Gereja Korea Selatan yang Terkena COVID-19 Mengatakan Para Anggota Memberikan Plasma untuk Penelitian

  • Bagikan
IMG 20200711 224944
Ilustrasi foto

SEOUL, Limadetik.com – Sekitar 4.000 pasien yang telah sembuh dari COVID-19 yang berasal dari kelompok agama di pusat wabah terbesar Korea Selatan, akan
menyumbangkan plasma untuk penelitian, kata seorang pejabat pada hari Selasa,
sehari setelah pejabat setempat mengajukan gugatan terhadap gereja.

Pada bulan Februari dan Maret, wabah besar-besaran yang terjadi di antara anggota Gereja Yesus Shincheonji menjadikan Korea Selatan sebagai tempat terjadinya wabah terbesar pertama di luar Tiongkok.

https://limadetik.com/

Setidaknya sebanyak 5.213 dari total 12.484 kasus di negara itu telah dikaitkan
dengan wabah gereja, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (Korea Centers for Disease Control and Prevention/ KCDC).

Pendiri Gereja Lee Man-hee secara internal menyarankan anggota yang sudah
sembuh untuk menyumbangkan plasma darah mereka, yang sangat dibutuhkan untuk penelitian virus corona, kata koordinator media Shincheonji Kim Young-eun kepada Reuters, Selasa, (7/7/2020).

“Banyak anggota gereja yang sudah sembuh ingin menyumbang untuk menyatakan
terima kasih kepada pemerintah dan staf medis” katanya.

Kota Daegu, tempat pusat sebagian besar anggota gereja yang infeksi – mengajukan
gugatan perdata terhadap gereja tersebut pada hari Senin, meminta ganti rugi 100
miliar won ($ 82,75 juta).

Pihak berwenang Daegu sebelumnya telah mengajukan pengaduan terhadap gereja
yang menuduhnya tidak menyerahkan daftar lengkap anggota dan fasilitas, dan tidak
bekerja sama dengan upaya kesehatan kota.
Shincheonji mengatakan sepenuhnya mematuhi upaya pemerintah.

“Fakta bahwa tidak ada obat untuk virus ini adalah apa yang membuat orang sangat cemas dan takut,” tambahnya.

Sehubungan dengan alasan mengapa dia mengambil keputusan untuk menyumbangkan plasma. “Jika suatu obat dapat dikembangkan melalui sumbangan plasma untuk menyelamatkan nyawa orang lain, saya senang melakukannya” jelasnya.

Ia memutuskan untuk menyumbangkan plasmanya sehingga orang yang sekarat dan menderita COVID-19 dapat dibebaskan sehari lebih cepat dan dia berharap agar virus ini segera berakhir.

”Beberapa pemerintah setempat di Korea Selatan baru-baru ini mengajukan tuntutan hukum terhadap gereja Shincheonji atas
tuduhan bahwa gereja tidak bekerja sama dengan pihak berwenang karena dianggap tidak mau menyerahkan daftar lengkap
fasilitas dan anggota gereja.

“Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Shincheonji sengaja menyerahkan daftar yang tidak lengkap atau palsu. Yang ada
hanyalah perbedaan-perbedaan kecil di dalam daftar-daftar tersebut,” ungkap Kim Kang-lip, wakil Menteri Kesehatan.

Penelitian akademik terhadap Shincheonji dan COVID-19 menyatakan bahwa gereja tersebut “menyerahkan daftar dari anggota jemaat yang di Korea Selatan enam hari setelah diminta” dan “pada awalnya tidak ada kejelasan apakah daftar fasilitas dan properti yang sudah tutup harus disertakan” ketika pemerintah Korea Selatan meminta daftar properti gereja Shincheonji.

(Shincheonji and Coronavirus in South Korea: Sorting Fact from Fiction – A White Paper https://www.eupoliticalreport.eu/covid-
19-and-the-shincheonji-church-in-south-korea-a-white-paper-reveals-the-truth/)
Koordinator media Shincheonji menyatakan bahwa gereja siap bekerja sama secara penuh terhadap investigasi yang dilakukan
oleh pemerintah Korea Selatan melaporkan 12.535 kasus terkonfirmasi dan 281 kematian dari COVID-19. (rilis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan