Habiskan Anggaran Miliaran, Pasar Ternak Terpadu di Sumenep Ditinggal Pedagang

Ilustrasi

SUMENEP, Limadetik.com – Pasar hewan ternak terpadu di Desa Pakandangan Sangra, Bluto, Sumenep, Jawa Timur tidak diminati pedagang. Pasar yang dibangun sejak 2014 melalui dana dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep, dinilai tidak strategis.

“Pasar yang baru ini jauh dari rumah pedagang ternak. Para pedagang terbak banyak berasal dari Kecamatan Batang-batang, Batu Putih, Dasuk, dan juga Gapura,” kata salah satu pedagang sapi, Harsono (35), Jum’at (10/8/2018).

Pasar hewan tersebar di Kota Keris menghabiskan anggaran Rp 2,3 miliar bersumber dari APBN 2014. Kemudian, pada tahun berikutnya, digelontorkan dana Rp 200 juta. Dana itu diambilkan dari APBD kabupaten. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan gedung pusat kesehatan hewan (puskeswan).

Menanggapi tidak diminatinya pasar terpadu, Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi berjanji akan melakukan evaluasi.

“Akan kami lakukan evaluasi. Pemerintah tetap mengupayakan sosialisasi meyakinkan masyarakat, dan fasilitas yang telah dibangun pemerintah tetap digunakan sesuai dengan aturan yang sudah ada,” kata Fauzi.

Menurutnya, tujuan pemerintah melakukan pembangunan pasar tersebut tak lain untuk dijadikan sentral pasar hewan, baik sapi, kambing hingga burung. Namun, proses tersebut diakui Fauzi membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Tetapi walaupun pasar hewan kurang diminati, pemerintah tidak pernah memaksakan kehendak agar pedagang hewan berpindah ke pasar tersebut,” tukasnya. (hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here