https://limadetik.com/

Kepemimpinan Ra Baddrut Tamam dan Raja’e Segera Cetak 10 Ribu Pengusaha Baru di Pamekasan

  • Bagikan
IMG 20200730 WA0002 e1606048210746
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam bersama peserta Wira Usaha Muda (WUB)

PAMEKASAN, LimaDetik.Com – Dua tahun terakhir kepemimpinan H.Baddrut Tamam sebagai Bupati Pamekasan mampu mencetak ribuan pengusaha baru atau Wira Usaha Baru (WUB). Hal itu merupakan janji politik Bupati Pamekasan Badrut Tamam bersama Raja’e beberap waktu silam.

Bupati Pamekasan Ra Baddrut Tamam menegaskan bahwa pembentukan wira usaha baru (WUB) program Pemkab Pamekasan akan dikawal secara ketat sehingga mereka benar- benar menjadi pengusaha yang andal dan bisa menjadi pelaku perubahan ekonomi di daerahnya masing-masing.

https://limadetik.com/

“Para peserta pelatihan WUB nanti akan kita kawal untuk mendapatkan berbagai layanan dan kemudahan, di antaranya akan diberi  bantuan modal dengan bunga hanya 1%  per tahun. Dan disediakan atau disiapkan market place, kemudian yang paling penting menjaga atmosfer cara berpikirnya agar tetap berkeinginan menjadi pengusaha” kata Bupati Baddrut Tamam.

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam mengungkapkan hal itu pada pembukaan pelatihan calon pengusaha baru atau Wira Usaha Baru (WUB) di Mandhepa Agung Songgosukowati, Rabu (29/7/2020).

“Program ini memang masuk dalam visi misi kami saat waktu pencalonan bersama Bapak wabup Raja’e untuk mencetak 10 ribu pengusaha baru di pamekasan, yang kemudian dikenal dengan ‘’Sapu Tangan Biru’’ tutur Bupati dan disambut tepuk tangan oleh semua peserta.

Lanjut mantan Aktivis PMII ini, cara ini mereka lakukan untuk kemudian mendorong bagaimana program Sapu Tangan Biru ini yang secara teknis dilaksanakan oleh dinas tenaga kerja bisa betul betul terlaksana, artinya kalau tahun ini 1554 tahun berikutnya harus lebih banyak lagi yang dilatih. Karena targetnya 10 ribu pengusaha baru.

Untuk kedepannya akan dilakukan pengawalan secara serius, maka diharapkan program ini akan membuahkan hasil maksimal, sehingga masyarakat Pamekasan bisa menikmati hasilnya, berupa hasil usaha dan kerajinan yang diproduksi Pamekasan sendiri, yang pada gilirannya akan menjadi pendorong ekonomi masyarakat bangkit untuk bisa bersaing dengan kabupaten/kota lain yang maju.

“Maka nanti setelah mereka (pengudaha baru, red) akan mampu menyahikan berbagai aneka kebutuhan sehari hari yang dipakai oleh kita semuanya. Maka menjadi tidak harus impor dari kabupaten lain. Sandal bisa beli buatan sendiri, tas sepatu dan lainnya dan berbagai kebutuhan lain yang sebelumnya didatangkan dari luar semuanya harus produk lokal pamekasan“ terangnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan kembali, jika nanti sudah tercetak 10 ribu pengusaha baru tentunya akan bisa membuat 1 keluarganya yang bisa mencapai 20 orang sejahtera, maka harus optimis dan sungguh sungguh menjalankan usahanya.

“Pengusaha itu harus punya mental yang optimis bukan pesimis. Artinya membangun optimisme baru ini yang juga penting sumber dayanya dibuat bagus, sungguh sungguh terus kemudian mau menjadi pengusaha beneran agar tidak menjadi sia sia” tukasnya.

(ADV/Arif/Yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan