https://limadetik.com/

Menindak Lanjuti Hasil Audiensi ke Kapolres, MPR Madura Raya Datangi Kejaksaan Negeri Sumenep

  • Bagikan
IMG20200827111650 resize 17
Kasi Intel Kejari Sumenep, Novan Bernadi saat menerima Audiensi MPR Madura Raya di Ruang Tamu Kejari Sumenep

SUMENEP, Limadetik.com – Setelah sebelumnya melakukan audiensi dengan Kapolres Sumenep terkait perkara hukum yang dinilai lamaban, kini MPR Madura Raya mendatangi Kejaksaan Negeri Sumenep guna menindaklanjuti hasil audiensi di Polres.

Ada lima persoalan hukum yang dipertanyakan ke Kejaksaan; Pertama, soal kasus OTT beras oplosan dengan tersangka Latifa (43), warga Jl. Merpati, Pamolokan, Sumenep. Kedua, soal kasus dugaan korupsi gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep. Ketiga, soal pelaporan dugaan penyelewengan DD-ADD dan Rastra Desa Errabu, Bluto. Keempat, soal pelaporan dugaan penyelewengan DD-ADD dan Rastra Desa Pragaan Daja. Kelima, soal kasus BBM subsidi oleh PT. PPI yang ditangani Polda Jatim.

https://limadetik.com/

“Kedatangan MPR Madura Raya ke sini untuk menyoal beberapa kasus hukum yang kami nilai lamban penanganannya. Seperti halnya kasus dugaan korupsi gedung Dinkes, kasus beras oplosan, pelaporan kasus dugaan penyelewengan DD-ADD Dan Rastra di Desa Errabu dan Pragaan Daja, serta kasus BBM Subsidi yang ditangani polda” kata Ketum MPR Madura Raya, Noval, Kamis (27/8/2020).

Sementara itu, dari pihak Kejaksaan yang diwakili oleh Kasi Intel, Novan Bernadi mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep yang lagi berhalangan menerima peserta audiensi di ruang tamu. Novan menjawab satu persatu pertanyaan MPR Madura Raya.

“Begini mas, saya jawab pertanyaan ini satu persatu biar jelas ya, soal beras oplosan itu masih proses administrasi untuk P-21. Sedangkan untuk dugaan korupsi gedung Dinkes, kepolisian belum melimpahkan kembali berkasnya setelah sebelumnya berkas itu kami kembalikan karena P-18 Dan sudah kami kasi petunjuk untuk dilengkapi” jelas Novan.

Saat ditanya terkait tindak lanjut kasus dugaan penyelewengan DD-ADD dan Rastra di desa Errabu dan Pragaan Daja Sumenenep Novan berdalih sudah melimpahkan berkasnya ke APIP agar dilakukan pengkajian lebih lanjut, namun hingga kini pihaknya belum menerima hasilnya. Sedang untuk kasus BBM bersubsidi kita hanya tunggu jadwal disidangkan.

“Untuk kasus pelaporan dugaan penyelewengan DD-ADD dan Rastra di Desa Errabu dan Pragaan Daja itu berkasnya sudah kami limpahkan ke APIP untuk dilakukan kajian dan sampai hari ini kami belum menerima hasilnya. Untuk sidang kasus BBB subsidi, tinggal nunggu jadwal dari Pengadilan, mas, “ jawab Novan kepada para akitivis MPR Madura Raya di ruang audiensi.

Audiensi yang digagas MPR Madura Raya berjalan dengan tertib dan aman hingga kegiatan audiensi selesai. Audiensi yang dimulai pukul 11.00 wib ini selesai pukul 13.00 wib.

Di akhir audiensi, para aktivis MPR Madura Raya ini menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal kasus-kasus hukum ini hingga tuntas.

“Kami akan terus mengawal kasus-kasus hukum ini hingga tuntas dan mendapatkan kekuatan hukum tetap dari Pengadilan (inkraht),” tegas Noval. (hmd/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan