Minta Hak Pengelolaan Pasar Dikembalikan, Ini Harapan dan Pinta Pemdes Tangsi Lontar

BATURAJA,Limadetik.com – Pemerintah Desa Tangsi Lontar, Kecamatan Pengandonan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) meminta kepada pihak Perusahaan Daerah (PD) Pasar Baturaja agar hak pengelolaan pasar desa diserahkan kembali ke Pemerintah desa Tangsi Lontar. selasa ( 2/1/2018).

“Kami telah mengirimkan surat permohonan ke DPRD OKU guna membantu dan memfasilitasi kami dengan pihak PD Pasar terkait hak pengelolaan pasar yang selama ini mereka kelola,” kata Syamsurizal, Kades Tangsi Lontar.

Kades Tangsi Lontar  menambahkan, permintaan ini atas dasar musyawarah dengan masyarakat desa dan mengacu kepada Permendagri Nomor 42 Tahun 2007, pada Pasal 7 ayat 1 dan 2 serta Pasal 8 ayat 1 tentang Pasar DesaKemudian Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

“Jadi, kami mintak pihak PD Pasar dapat menyerahkan kembali hak pengelolaan pasar ke Pemdes Tangsi Lontar sebagai Pendapatan Asli Desa. Hal ini sesuai dengan Nawacita ke-3 Presiden Joko Widodo membangun Indonesia dari pinggiran,” tegasnya.

Mengenai sejarah Pasar Tangsi Lontar, Syamsurizal, menceritakan bahwa pasar atau kalangan tersebut sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

“Kalangan Tangsi Lontar adalah pasar marga Temenggungan yang dipimpin oleh seorang Pasirah. Dimana, pasar langsung dikelola Desa Tangsi Lontar sebagai ibu kota marga.

Pengelolaan pasar desa, lanjut Syamsurizal, pada zaman itu sangat tertib dan rapi semua berjalan lancar sesuai dengan tugas masing-masing.

“Namun pada Tahun 1984, pemerintah kabupaten membangun dan merubah bentuk bangunan Kalangan Tangsi Lontar menjadi kios-kios, yang mengakibatkan para pedagang banyak berjualan di depan bahkan sampai ke bahu jalan,” terangnya.

Sejak adanya kios itu, kata Syamsurizal, pengelolaan pasar desa atau kalangan selanjutnya dikelola oleh PD Pasar dengan memungut retribusi tanpa membangun dan menyediakan fasilitas umum serta fasilitas sosial sebagaimana layaknya sebuah pasar.

“PD Pasar juga sama sekali tidak ada kontribusinya ke desa. Di samping itu, kondisi Pasar Desa Tangsi Lontar sudah semrawut dan jadi biang kemacetan di waktu pasar sedang  berlangsung. Oleh sebab itu, kami berharap Pemerintah Kabupaten OKU dan pihak terkait dapat mencarikan solusi yang terbaik,” ucap Syamsurizal. (fikri/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here