SUMENEP, limadetik.com – Sesuai tahapan, pada hari ini, Kamis (24/9/2020) Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Sumenep, Jawa Timur.
Ratusan polisi dan TNI dikerahkan untuk mengamankan acara tersebut. Hal itu dilakukan untuk memastikan pelaksanaan rapat pleno terbuka pengundian dan penetapan nomor urut berjalan lancar.
”Total ada sekitar 200 personil gabungan Polri dan TNI yang dikerahkan untuk mengamankan jalannya rapat pleno terbuka pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) di Kantor KPU,” terang Kepala Sub Bagian Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti.
Menurutnya, ratusan personil disebar ke beberapa titik mulai dari perjalanan rumah Calon, akses jalan yang dilewati, hingga di kawasan dan area dalam Kantor KPU. Selain pengamanan, polisi juga menekankan pelaksanaan rapat pleno berjalan dengan menyesuaikan pada protokol kesehatan.
”Kami menghimbau supaya paslon dan parpol pendukung beserta timnya tidak membawa massa banyak. Dan diharapkan pula memakai masker sesuai protokol kesehatan,” sarannya.
Lebih lanjut mantan Kapolsek Kota menyatakan, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat diwilayah hukum Polres Sumenep menjelang pelaksanaan Pilbup berjalan aman dan kondusif.
Pihaknya juga meminta masyarakat ikut terlibat dalam menciptakan kamtibmas sekaligus mematuhi protokol kesehatan supaya pelaksaan Pilbup berjalan lancar ditengah pandemi covid-19.
”Tim Intelejen Polres Sumenep tetap memantau dan memetakan daerah atau wilayah mana saja yang dianggar rawan. Tapi sejauh ini, terbilang aman dan kondusif,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, sesuai tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) 2020 yang ditetapkan KPU hari H pemungutan dan penghitungan suara Pilbup Sumenep dijadwal 9 Desember.
Hasil rapat pleno internal KPU menetapkan dua pasangan calon yang resmi akan maju di Pilbup Sumenep yaitu Ahmad Fauzi-Nyai Hj. Dewi Khalifah diusung PDI Perjuangan, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerindra, Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Lalu, Fattah Jasin-KH. Ali Fikri diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat, Partai Nasdem, Partai Hanura, dan Golkar sebagai Partai pendukung. (hoki/yd)