Nasional

Pindah Tugas ke Kejati Aceh, Ini Kesan Kajari Djamaluddin Selama di Sumenep

×

Pindah Tugas ke Kejati Aceh, Ini Kesan Kajari Djamaluddin Selama di Sumenep

Sebarkan artikel ini
Pindah Tugas ke Kejati Aceh, Ini Kesan Kajari Djamaluddin Selama di Sumenep
FOTO: Kajari sumenep. Djamaluddin SH.MH

SUMENEP, LimaDetik.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Sumenep Djamaluddin SH.MH dipindah tugaskan ke tempat yang baru, tepatnya di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Aceh.

Kajari Sumenep, Jawa Timur, Djamaluddin akan bertugas di tempat yang baru sebagai Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Aceh.

Saat ditemui di kantornya, setelah menerima kunjungan Bupati Busyro Karim, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Sumenep, Djamaluddin menyampaikan begitu banyak kenangan baik yang ia dapati selama bertugas di Kabupaten Sumenep, mulai dari karakter budaya yang berbeda dengan daerah lain.

Baca Juga: Satu Hari Jelang Masa Akhir Jabatannya, Bupati Busyro Kunjungi Kejari Sumenep

“Banyak sekali yang saya dapati dari Kabupaten Sumenep ini, masyarkatnya begitu tinggi toleransinya, jadi saya begitu kerasan di Sumenep ini” katanya, Selasa (16/2/2021) kemarin.

Selain karakter masyarakatnya yang jauh lebih ramah dan lembut dengan daerah lain yang ada di madura, ia juga melihat tingkat kejahatan di Kabupaten Sumenep tidak begitu tinggi dan banyak layaknya daerah lain.

Baca Juga:
Bupati Sumenep Purna Tugas, Kajari Pindah Tugas Sama-sama Pamitan
Hilang Saat Melaut, Nelayan Pajanassam Temukan Jasad Mengambang, Ternyata..
Dispertahorbun Sumenep Ngaku Belum Siap Berikan Bantuan Bibit Umbi Porang

“Jika saya bandingkan dengan daerah lain Sumenep ini tingkat kejahatan khususnya kekerasan tidak setinggi daerah di madura lainnya, kalau soal narkoba saya rasa hampir semua sama lah dengan daerah daerah lainnya, bukan hanya di madura saja tentunya” terangnya.

Lebih lanjut Kajari mengatakan, selama berada di sumenep dirinya merasa begitu dekat dengan masyarakat, itu semua dikarenakan sangat mudahnya membangun komunikasi bersama warga yang ada, di samping memang sumenep masih menganut budaya keraton.

“Karena memang di sumenep ini mungkin masih kental dengan budaya keratonnya, jadi sangat mudah kami membangun komunikasi dan lebih nyaman, artinya enaklah lebih halus karakternya masyarakatnya” tukasnya.

(yd/yd)