https://limadetik.com/

PLN Pagerungan Kecil Sapeken Tidak Beres, Listrik Nyala Hanya 1 Jam Sehari Semalam

Penulis: FajrulEditor: Wahyu
  • Bagikan
PLN Pagerungan Kecil Sapeken Tidak Beres, Listrik Nyala Hanya 1 Jam Sehari Semalam
FOTO: PLN Padegderungan Kecil, Kecamatan sapeken, Kabupaten Sumenep

SUMENEP, Limadetik.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken mendesak PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Provinsi Jawa Timur, agar serius melayani masyarakat setempat, terkait penengan listrik yang ada saat ini, Minggu (21/11/2021).

Berdasarkan informasi warga sekitar, bahwa sejak tahun 2019, PLN telah membangun pembangkit listrik menggunakan solar cell (tenaga surya) dan diresmikan pada tahun 2020 dengan kapasitas 50KWP, di peruntukkan bagi warga desa pagerungan kecil dengan jumlah 7.000 jiwa dan 2.700 rumah tangga.

https://limadetik.com/

Namun kenyataannya hanya mampu digunakan dengan 900 rumah tangga, itupun menyala hanya satu jam (malam hari) dalam dua puluh empat jam.

Halilurahman, Kepala Desa Pagerungan kecil membenarkan adanya temuan tersebut, ia mengatakan, bahwa PLN di Pagerungan Kecil hanya bisa melayani satu kali (nyala satu jam) dalam dua puluh empat jam.

“Iya mas di desa kami (Pagerungan Kecil, red) PLN hanya melayani 1 jam, dalam 24 jam” katanya saat diwawancarai melalui pesan whatsApp, Sabtu (20/11/2021) malam.

Selain itu, sambung Halilurahman, ada 900 rumah/keluarga, yang sudah membayar sebesar Rp. 1.700.000 plus instalasi, namun tidak ada gunanya, rumah mereka tetap gelap. Dia mengeluhkan apa gunanya uang yang sudah dibayar oleh masyarakat.

“Masyarakat sudah bayar, nyatanya rumah warga masih belum teraliri listrik secara penuh oleh pihak PLN, lantas uang yang sudah dibayarkan itu untuk apa” tanya dia penuh keheranan.

PLN Pagerungan Kecil Sapeken Tidak Beres, Listrik Nyala Hanya 1 Jam Sehari Semalam
FOTO: Postingan netizen tentang PLN Pagerungan Kecil

Lebih lanjut Halilurahman mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah berapa kali berkirim surat resmi, bahkan menghadap langsung ke kantor unit pelaksana pelayanan pelanggan (UP3) Pamekasan, guna menyampaikan keluhan masyarakat, namun hasilnya nihil, justru dijanjikan dengan memaksimalkan pelayanan menggunakan pembangkit diesel.

“Jika memang PLN tidak mampu mengatasi masalah masyarakat sekecil ini, kami siap menggalang dana untuk membantu PLN, agar bisa segera pengadaan mesin pembangkit tenaga diesel” cibir Kades Pagerungan Kecil itu.

Sementara itu, Manager PLN ULP Kangean, Muhammad Daan Agung Lazuardi membenarkan, bahwa PLN di Pagerungan Kecil masih menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Dia pun menjelaskan, memang di Pagerungan Kecil masih bergantung pada sinar matahari.

“Di Pagerungan Kecil menggunakan PLTS pak, jadi sifatnya bergantung pada matahari, musim penghujan seperti sekarang memang kemampuannya tidak bisa maksimal. Selain itu memang kapasitasnya di sana perlu ditambah dan sudah masuk usulan” begitu dia menjelaskan.

Terkait biaya Rp. 1.700.000 sambung Daan, perlu diperjelas, karena PLN dengan daya 900 cukup membayar sekitar Rp. 900.000, Sesuai dengan sosialisasi dan komitmen PLN sebelum masuk desa atau wilayah tertentu.

“Bicara masalah PLTS di pagerungan Kecil, kami akan memanfaatkan sumber daya yang ada, seoptimal mungkin dan menunggu realisasi untuk penambahan kapasitas” tandasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan