Polda Metro Lakukan Investigasi Bareng KPK Terkait Teror Novel Baswedan

Red: Rudy

Novel Baswedan.

JAKARTA, Limadetik.com – Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, pihaknya telah menjalin kerjasama investigasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengungkap misteri penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

“Kita juga nanti ada penyidik KPK yang join investigasi pada Polda Metro Jaya terutama dengan Krimum. Sudah ada penyidik KPK yang ahli lapangan, ahli IT dan ahli olah TKP, sudah bertemu dengan penyidik polri,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin 22 Januari 2018.

Mantan Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur itu melanjutkan, join investigasi itu disepakati setelah ada pertemuan antara pihak Polri dan KPK. Polisi telah membeberkan perkembangan penyelidikan yang selama ini telah dilakukan, seperti mengumpulkan keterangan saksi-saksi hingga membuat sketsa wajah terduga pelaku.

“Kemarin udah kita paparkan sejauh mana penanganan dari polisi, tentunya nanti dari pihak KPK nanti akan kita sama-sama kembali, misalnya akan mendatangi saksi-saksi yang sudah kita periksa, dari awal lagi boleh,” terangnya.

 

Argo menegaskan, investigasi bersama itu bukan memulai penyelidikan dari awal, melainkan melanjutkan proses yang selama ini telah dilakukan polisi. Penyidik gabungan dari kedua lembaga itu nantinya akan berbagi informasi prihal perkembangan kasus Novel Baswedan.

“Atau apabila dari penyidik KPK ada informasi baru nanti kita sama-sama mengecek disitu. Hotline setiap orang yang memberikan informasi pasti kita klarifikasi kembali, jadi informasi itu menjadi fakta kita gunakan, jadi tetap kita klarifikasi,” pungkasnya.

Sekadar informasi, setidaknya sudah lebih dari 9 bulan Novel Baswedan menjalani perawatan di Singapura. Kedua matanya terluka akibat disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada Selasa 11 April 2017 lalu, usai menunaikan ibadah Salat Subuh berjamaah di Masjid Al Ikhsan di Jalan Deposito, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Hingga saat ini, polisi masih belum berhasil menangkap pelaku yang diduga lebih dari satu orang tersebut, bahkan identitas pelaku juga masih misteri. Pada Jumat 24 November lalu polisi bersama pimpinan KPK kembali merilis dua sketsa wajah terduga pelaku. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here