https://limadetik.com/

Potensi Gulung Tikar, Murid SDN Rongtengah V Sampang Makin Berkurang

  • Bagikan
Potensi Gulung Tikar, Murid SDN Rongtengah V Sampang Makin Berkurang
FOTO: SDN Rongtengah V jalan Merapi Gang II, Kelurahan Rongtengah, Kecamatan/Kabupaten Sampang

SAMPANG, LimaDetik.Com – Pelaksanaan pendaftaran PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) jenjang Sekolah Dasar Negeri (SDN) di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa timur telah usai pada Sabtu tanggal 26/06/2021 beberapa hari lalu, begitu pula pengumuman PPDB telah dilalui pada Senin (28/06/2021) lalu.

Pantauan dilapangan, ada beberapa sekolah yang masih rendah dalam mencakup peserta didik baru meskipun sekolah tersebut berada di area kota Sampang, miris dan memilukan.

https://limadetik.com/

Semisal apa yang menimpa pada SDN Ringtengah V yang berlokasi di jalan Merapi Gang II, Kelurahan Rongtengah, Kecamatan/Kabupaten Sampang. Dilembaga sekolah tersebut untuk PPDB Tahun Ajaran 2021/2022 hanya ada 8 orang peserta didik yang mendaftar dan sudah dinyatakan diterima untuk menjadi peseta didik baru. Sementara untuk jumlah Rombongan Belajar (Rombel) maksimal dalam 1 kelas seharusnya 28 siswa. Jadi hanya mencakup 25% dari jumlah rombel yang semestinya.

Ketika dikonfirnasi, Kepala Sekolah SDN Rongtengah V Sampang Surati S.Pd mengungkapkan, segala upaya sudah dilakukannya pihaknya guna menarik peserta didik baru agar mau bersekolah di lembaga yang dipimpinnya. Termasuk menggratiskan biaya pendaftaran dan seragam sekolah (merah dan putih) Namun kenyataannya justru peserta didik lebih memilih sekolah lain.

Menurutnya, beberapa faktor yang menjadi indikator penyebab merosotnya minat peserta didik baru untuk bersekolah di lembaganya adalah rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolahnya, tidak adanya anggaran untuk perbaikan baik rehab/renov serta kurang kondusifnya ruang kelas peserta didik.

“Banyak yang mendaftar ke SDN Rongtengah I Sampang. Saya baru 1 tahun memimpin di SDN Rongtengah V ini. Kalau yang saya dengar, katanya karena disekolah (SDN Rongtengah V – red) pernah ada masalah dari Kepala Sekolahnya yang dulu. Katanya sih terkait tabungan. Karena ada tabungan pas waktu ngasihkan tu, gak dikasihkan. Jadi kepercayan masyarakat menurun terhadap sekolah” ungkapnya, Selasa (29/06/2021).

Kaitan dengan mutu dan sarana dan prasana sekolah, dan ketersediaan jumlah tenaga pendidik pihaknya menganggap sudah lumayan, bahkan untuk kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), pihaknya melaksanakan 100%. Karena jumlah siswanya yang sedikit.

Surati memaparkan, saat ini jumlah siswa Kelas II berjumlah 4 orang, kelas III berjumlah 7 orang, kelas IV berjumlah 15 orang, kelas V berjumlah 10 orang, dan kelas VI berjumlah 14 orang. Total keselurahan 60 siswa.

“Yang mendaftar itu cuma yang dekat-dekat aja, ya sekitar jalan Merapi. Dan itu dari TK yang memang berlokasi sama. 6 orang dari siswa TK yang ada di dalam dan yang melanjutkan ke jenjang SD, 1 dari TK Al-Ma’arif” jelasnya.

Surati tidak menampik jika kondisi jumlah peserta didik makin berkurang terus, maka tidak menutup kemungkinan sekolah tersebut akan digruping.

“Saya ingin sekali memajukan SDN Rongtengah V ini, dan saya juga minta bimbingan dan saran dari bapak RT, mengajak teman-teman juga bagaimana supaya bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat. Ini demi memghindari agar sekolah kami tidak digruping” ujarnya optimis.

Ditempat berbeda, Plt. Kepala Disdik sampang Nor Alam menanggapi fenomena yang menimpa SDN Rongtengah V tersebut mengatakan, pihaknya belakangan ini fokus untuk menggodok sekolah yang jumlah muridnya dibawah rata-rata.

“Kami sedang menggodok lembaga-lembaga sekolah yang memang sedikit jumlah muridnya. yang rata-rata berjumlah dibawah 50 siswa. Ini sedang kami evaluasi. Kalau memang seperti itu (jumlah siswa dibawah 50 orang) maka itu akan digruping. Kita liat aja perkembangannya” terangnya.

Pihaknya berharap agar Kepala sekolah harus bisa merubah sistem menajemen disekolahnya ke arah yang lebih baik. Bagaimana cara agar sekolah tersebut bisa diminati oleh peserta didik/wali peserta didik dengan selalu melakukan inovasi-inovasi baru.

“Kalau sekolah tersebut manjemennya bagus, maka dengan otomatis sekolah tersebut akan menjadi sekolah yang banyak peminatnya. Akan dilirik banyak peserta didik. Karena saat ini, orang tua siswa juga melihat mutu dari sekolah tersebut. Kami sudah sering melakukan pendampingan, monitoring dan evaluasi terhadap sekolah tersebut melalui pihak pengawas sekolah” pungkasnya.

(MDS/YD)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan