https://limadetik.com/

Warna Peta Sebaran Covid-19 Tak Sama, Begini Penjelasan Diskominfo Sampang

  • Bagikan
Warna Peta Sebaran Covid-19 Tak Sama, Begini Penjelasan Diskominfo Sampang
FOTO: Plt. Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Sampang Amrin Hidayat S.Kom, saat dikonfirmasi diruang kerjanya.

SAMPANG, LimaDetik.Com – Warna Peta Sebaran Corona Virus Desease (Covid)-19 di Website resmi Info Covid-19 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa timur dengan peta sebaran Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura tidak sama atau beda warna.

Di Website Pemprov Jawa timur berwarna orange, sedangkan di website Pemkab Sampang masih berwarna kuning.

https://limadetik.com/

Orange menandakan bahwa tingkatan resiko sedang, sedangkan kuning menandakan tingkat resiko rendah sebaran Covid-19 di masing-masing daerah.

Didata peta sebaran Covid-19 versi Pemprov Jawa Timur tercatat bahwa tingkat risiko untuk Kabupaten Bangkalan berwarna merah (Risiko tinggi), Sampang dan Pamekasan berwarna Orange (Risiko sedang) dan Sumenep masih berwarna kuning (Risiko rendah).

Menanggapi hal tersebut, Plt. Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Sampang Amrin Hidayat S.Kom, menjelaskan, pihaknya hanya sifatnya membantu mempublish.

“Apa yang ditampilkan di content Website kita itu sudah sesuai dengan apa yang dikirim Dinkes Sampang. Semua sudah sesuai dengan data Dinkes Sampang. Kalau kita suruh merubah kuning, ya kita rubah kuning. Jika harus dirubah warna orange, ya kita rubah warna orange. Kita cuma bantu operatorin aja” jelasnya pada Selasa (29/06/2021).

Semua warna itu, menurut Amrin berdasarkan kasus. Jadi berdasarkan Inmendagri terkait PPKM mikro itu. Jadi 1 sampai 2 kasus itu warnanya kuning, terus 3 sampai 5 kasus itu Orange, lebih dari 5 kasus itu merah. Dan itu berlaku untuk tingkat RT.

Warna Peta Sebaran Covid-19 Tak Sama, Begini Penjelasan Diskominfo Sampang.
FOTO: Tangkapan layar peta sebaran Covid-19 di website Pemprov Jawa timur dan Pemkab Sampang terkait perbedaan warna peta sebaran

“Jika dalam 1 desa ada 1 RT aja yang berwarna kuning, itu ikut kuning. Tapi untuk menjadi orange, itu harus punya 2 RT yang warnanya orange. Atau 1 RT saja merah, jadi turun 1 warna dibawahnya yaitu orange. Karena polanya menyebar” tuturnya.

Jadi jika ada 2 desa dengan warna orange, maka kecamatannya akan menjadi orange. Artinya warna kecamatan itu tergantung dari minimal 3 desa dengan warna yang sama. Intinya, jika 3 desa berwarna orange, maka kecamatan akan berubah warna dari kuning ke orange. Atau 1 Desa dengan warna diatasnya, misal ada 1 desa dengan warnanya merah, maka dia akan menjadi orange” bebernya.

Disinggung terkait perbedaan warna antara data peta sebaran Covid-19 versi Pemprov Jatim dengan Pemkab Sampang, Amrin menjelaskan, Provinsi itu memakai atau berdasar pada Kemenkes, sedangkan indikator dari Kemenkes itu tidak setiap hari.

“Bisa jadi seminggu atau bisa jadi 2 minggu sekali. Dan kalau di Sampang itu perkembangannya berdasarkan indikator setiap hari. Sesuai arahan pemprov, kita gak usah takut membikin zona. Dan disarankan kalau bisa yang lebih ketat lagi” tegasnya.

Amrin menegaskan, Covid-19 itu benar adanya. Masyarakat harus menghindari isu-isu hoax yang selama ini beredar dan jangan mudah termakan isu hoax. Buang stigma negatif tentang orang yang terpapar Covid-19.

“Semoga masyarakat yang semula masih ataupun tidak dan masih belum percaya adanya pandemi Covid-19 ini, agar segera berubah. Lebih mawas diri. Karena apapun itu, pandemi itu ada. Terbukti dengan makin meningkatnya angka terconfirm dan yang meninggal juga angkanya juga terus bertambah. Semoga ini menjadi perhatian bersama, agar kita bersama-sama untuk menjaga protokol kesehatan” pungkasnya.

(MDS/YD)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan