https://limadetik.com/

RSUD H. Moh. Anwar Sumenep Bertekat Terus Meningkatkan Faskes Demi Kenyamanan Pasien

Penulis: wahyuEditor: Lisa
  • Bagikan
RSUD H. Moh. Anwar Sumenep Bertekat Terus Meningkatkan Faskes Demi Kenyamanan Pasien
FOTO: dr. Erliyati, Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar, Sumenep

SUMENEP, Limadetik.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H.Moh.Anwar, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur bertekat terus melakukan peningkatan fasilitas kesehatan untuk kenyamanan para pasien dan pengunjung.

Hal itu dilakukan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar sebagai salah satu upaya untuk terus memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat Kabupaten Sumenep saat berkunjung ataupun untuk pasien.

https://limadetik.com/

Tentu saja, kebutuhan tambahan fasilitas kesehatan (faskes) di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep membutuhkan anggaran, oleh karenannya, saat ini rumah sakit plat merah itu telah kejipratan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada tahun 2021 ini sebesar Rp. 4,1 miliar.

“Dana bagi hasil cukai itu diantaranya akan kami gunakan untuk pembelian ambulan Rp 980 juta, penyediaan supporting daya berupa Uninterruptible Power Supply (UPS) sebesar Rp 2 miliar, peralatan operasi Rp 640 juta, dan hepafilter Rp 500 juta” kata Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar, dr. Erliyati, Senin (4/10/2021).

Menurut dr. Erly, semua rencana pengadaan sarana dan prasarana kesehatan dari DBHCHT ini untuk meningkatkan layanan kesehatan rumah sakit yang sedang dia pimpin di kota sumekar saat ini.

“RSUD butuh tambahan ambulance, karena memang sebelumnya ambulan yang ada saat ini baru tiga unit. Tentu ini juga kami maksimalkan untuk kepentingan yang cukup urgen, dam unyuk ambukance ini nantinya akan kita lengkapi dengan peralatan emergency” terangnya.

Lebih lanjut dokter yang akrab dipanggil Erly itu secara tegas mengatakan, keberadaan mobil ambulace nantinya akan mempermudah pasien yang dirujuk dari RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep lebih terkontrol dengan baik.

Selain ambulance, dr Erly juga memastikan untuk pembelian UPS, sebab itu juga dibutuhkan rumah sakit pada saat emergensi, terutama di ruang operasi. Pada saat terjadi insiden gangguan daya listrik mati, maka UPS ini berfungsi untuk menstabilkan.

“Kegunaan UPS ini juga sangat penting bagi rumah sakit, jika sewaktu-watu terjadi gangguan atau daya listrik mati, maka akan disupport UPS sehingga tetap stabil. Kekuatannya bisa bertahan sekitar 30 menit,” terangnya.

Dikatakan dr. Erly, selain ambulance dan UPS, rumah sakit juga perlu melakukan pengadaan peralatan operasi, untuk melancarkan proses di saat melakukan tindakan medis. “Termasuk ada meja kemoterapi,” tuturnya.

“Adapun untuk pengadaan hepafilter, manfaatnya adalah untuk menyaring udara di ruang perawatan. Alat tersebut sangat penting terutama di masa pandemi COVID-19 ini” tukasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan