UA-110482044-1, G-W7VVX1GT8W
Daerah  

Sedih, IPM Sampang Terendah di Jatim

IMG 20191209 WA0023
Dr. Abdurahman Dewan Pendidikan Kabupaten Sampang

SAMPANG, Limadetik.com – Masih berada diurutan terendah Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Kabupaten Sampang di Jawa Timur diangka 59,90, membuat dewan pendidikan Sampang sangat prihatin dan sedih. Kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama untuk mendorong peningkatan IPM.

Menurut Dr. Abdurahman Dewan Pendidikan Kabupaten Sampang, berdasarkan data data Badan Pusat Statistik (BPS), salah satu penyebab rendahnya IPM Kabupaten Sampang terendah di Jawa Timur, ada sekitar 43,36% anak usia 16-18 atau SMA setelah lulus SMP tidak melanjutkan sekolah, akibatkan persentase rata-rata tersebut menutupi angka lulusan pendidikan yang hingga jenjang sarjana, Senin (9/12/19).

Baca Juga :   Rumah Warga di Sumenep Disambar Petir, Seekor Kucing Mati

Lanjut Abdurahman kondisi rendahnya IPM Sampang di angka 59,90 pada Tahun 2018, hal ini sudah kami sampaikan di forum Kabupaten Sampang, Sebagaimana misi Bupati mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan berdaya saing. hal penting yang perlu menjadi perhatian adalah sektor pendidikan terutama partisipasi sekolah usia 16-18 tahun atau SMA.

“Berdasarkan data BPS tahun 2019 partisipasi dari tingkat SMP ke SMA hanya 56,64% ini harus segera dicari instrumen intervensinya oleh Bupati dan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D). Tim yang sengaja dibentuk oleh Bupati untuk membantu merumuskan konsep intervensi dalam mempercepat pembangunan terutama pada sektor SDM.

Baca Juga :   Forkopimda Situbondo Doa Bersama Untuk Keselamatan Bangsa Jelang Tahun 2018

Gagasan Bupati Sampang Hebat Bermartabat biar tidak hanya jadi slogan, hashtag, poster dan baliho dimana-dimana, maka harus ada policy yang mendongkrak SDM sebagaimana misi Bupati mewujudkan SDM berkualitas dan berdaya saing”. Pungkas Abdurahman asli warga Sampang yang lulusan S3 UNAIR Surabaya.

Abdurahman berharap, pemerintah daerah melalui Bupati Sampang, harus segera melakukan intervensi melalui sinkronisasi baik pendidikan dibawah naungan kementerian agama dan Dinas Pendidikan Sampang. Setelah intervensi melalui policy aksesibilitas pendidikan kepada semua usia sekolah, kalau perlu buat policy kartu Sampang pintar yang menggratiskan semua jenjang pendidikan baik negeri ataupun swasta di Kabupaten Sampang.(Nor/yt)

Tinggalkan Balasan