https://limadetik.com/

Senyum Bahagia Siswi SMP 1 Sampang, Sambut Pembelajaran Tatap Muka

Penulis: MadasEditor: Wahyu
  • Bagikan
Senyum Bahagia Siswi SMP 1 Sampang, Sambut Pembelajaran Tatap Muka
FOTO: Siti Alivia Nurwahidah bersama Trihapsari Wulandari, Siswi Kelas VIII SMPN 1 Sampang saat di wawancara usai mengikuti pembelajaran tatap muka di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan/Kabupaten Sampang

SAMPANG, Limadetik.com – Terhitung sejak Tahun Ajaran Baru 2021/2022 tanggal 12 Juli 2021, semua peserta didik yang berada dilingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa timur, belum pernah merasakan manisnya bangku sekolah. Mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN).

Pandemi Corona Virus Desease (Covid)-19 yang tak kunjung usai, membuat harapan mereka sirna untuk bisa belajar bersama secara tatap muka, bertemu teman-teman mereka paska libur panjang hanya untuk sekedar melepas kangen serta rindu baju sekolah yang sudah lama tergantung.

https://limadetik.com/

Efek domino yang ditimbulkan atas keadaan tersebut adalah kejenuhan dan perubahan perilaku, termasuk jam bangun dan tidur mereka. Diakui atau tidak, tidak semua orang tua siswa yang memiliki waktu luang guna mendampingi dan bisa memberikan penjelasan terkait materi pembelajaran yang diberikan oleh pihak tenaga pendidik melalui Dalam Jaringan (Daring).

Namun kali ini, para siswa bisa tersenyum sumringah karena mereka sudah bisa masuk sekolah kembali, bersenda gurau dengan temannya, dan bisa menyimak dan bertanya langsung kepada guru mereka jika menemui kendala dengan mata pelajaran yang dipelajarinya.

Seperti diungkap oleh Siti Alivia Nurwahidah (14 thn) siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sampang kepada Limadetik.com saat pulang sekolah.

Via, begitulah nama akrabnya mengungkapkan, selama mengikuti pelajaran secara daring, yang Ia rasakan adalah kejenuhan dan bosan.

“Belajar sendiri itu gak enak. Jenuh dan bikin bosan. Karena sepi, gak ada temannya” ungkap gadis yang duduk di bangku Kelas VIII ini. Jum’at (27/8/2021).

Tapi sekarang, lanjut Via, Ia merasa senang karena sudah bisa bertemu lagi dengan teman-temannya.

“Sekarang udah gak daring lagi. Alhamdulillah bisa bertemu teman-teman. Bisa belajar sambil senda gurau. Saya bahagia banget” ucapnya sambil tertawa senang.

Senyum Bahagia Siswi SMP 1 Sampang, Sambut Pembelajaran Tatap Muka
FOTO: Kepala Sekolah (Kasek) SMPN 1 Sampang Teguh Suparyanto saat di Aula tempat gerai vaksin covid-19
0

Hal serupa juga dirasakan Trihapsari Wulandari (14 thn), Siswi kelas VIII SMPN 1 Sampang ini mengatakan, amat bersyukur karena keinginannya untuk belajar tatap muka bersama guru dan teman-temannya sudah terlaksana.

“Saya lebih senang belajar secara tatap muka, karena kalau belajar secara daring, itu kurang maksimal. Gak bisa bertanya langsung sama bapak dan ibu guru. Sering juga sih, saya mengalami kendala karena tidak mengerti dengan materi yang disuguhkan oleh guru melalui pesan WA (WhatsApp) itu. Yang lebih bingung lagi ketika materi tidak disertai tutorial. Cuma diberi materi dan soal gitu aja. Padahal kan, kadang ada beberapa materi pelajaran yang kita gak mengerti, bingung juga mau tanya ma siapa?” ucapnya.

Iapun berharap, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terus berjalan normal seperti sedia kala. Tanpa masker dan jarak.

“Kapan ya, kita bisa lepas masker?” ucapnya penuh tanya.

Terpisah, Kepala Sekolah (Kasek) SMPN 1 Sampang Teguh Suparyanto mengatakan, semua yang dilakukan pihaknya tetap mengacu kepada Surat Edaran (SE) Disdik Sampang Nomor 420/1982/434.201/2021, SKB 4 Menteri Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021 dan Nomor 440-717 Tahun 2021 yang menyatakan sekolah boleh melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Meskipun pihak sekolah saat ini sudah melaksanakan KBM tatap muka, lanjut Teguh, pihaknya tetap melakukan pengetatan Protokol Kesehatan (Prokes).

“Pagi-pagi saya berusaha datang lebih awal. Kita minta siswa untuk cuci tangan ketika memasuki gerbang sekolah. Kita sediakan 500 masker di pintu masuk. Jika ada yang lupa tidak memakai, kita kasih mereka masker. Saya awasi betul pergerakan mereka. Saya dan guru-guru disini berupaya memberikan edukasi dan pemahaman kepada siswa tentang Covid-19 berikut pencegahannya. Meski harus berdebat diawal dengan anak-anak. Mereka itu pinter dan kritis” ujarnya sembari tersenyum.

Di akhir, Teguh meminta agar siswa tetap patuhi prokes, jalani vaksinasi dan berdoa.

“Kita gak boleh lengah meski sekarang Kabupaten Sampang berada di level 2 PPKM, tetap patuhi prokes dengan 5M dan 3T dan jangan lupa, segera vaksin!” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan