https://limadetik.com/

SMK Tanpa Praktik Terasa Hambar

limadetik.com - Tak Berkategori
  • Bagikan
SMK tanpa praktik

NGAWI, Limadetik.com – Ditengah pandemi covid-19, semua pembelajaran di dunia pendidikan baik dari sekolah dasar sampai Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK) pun dilakukan dengan cara online atau dalam jaringan (daring) karena masih belum diperbolehkan untuk melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka seperti sedia kala.

Jika sistem pembelajaran tetap dilakukan secara daring, akan menyulitkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), pasalnya bagi siswa kejuruan belajar tanpa praktik itu terasa hambar.

https://limadetik.com/

Parjono, kepala SMK Negeri 1 Bringin mengatakan, selama pandemi covid-19 sistem pembelajaran tetap berjalan, namun dilakukan dengan cara dalam jaringan (daring). “Pemberian materi kepada siswa bisa melalui laman sekolah dan via WhatsApp karena memakai sistem daring akibat pandemi saat ini” kata Parjono, Selasa (25/8/2020).

Menurut Parjono, pembelajaran daring dinilai tidak efektif, pembelajaran yang diserap siswa hanyalah berupa materi, padahal Siswa Sekolah Kejuruan (SMK) sendiri membutuhkan materi dan praktik. “Yang kami rasakan hambar kalau di SMK tanpa praktik” ujarnya.

Lebih lanjut Parjono menjelaskan, SMK Negeri 1 Bringin ini memiliki total keseluruhan anak didik sebanyak 871 yang terdiri dari 24 rombongan belajar (rombel) dan memiliki tiga jurusan terdiri dari Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Akuntansi dan Teknik Las sedangkan pengampunya sebanyak 47.

Parjono menandaskan, sebagai nahkoda SMK Negeri 1 Bringin berharap, semoga corona atau covid-19 segera enyah dari dunia, sehingga pembelajaran tatap muka bisa dibuka kembali.

“Mengingat Kabupaten Ngawi sekarang berada di zona merah, yang kita takutkan ketika KBM tatap muka dilakukan justru akan menimbulkan kluster baru, makanya kita berharap covid ini segera selesai” tukasnya. (Dim/Yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan