BONDOWOSO, Limadetik.com — Festival Muharram 2018 Bondowoso telah berakhir, begitupun dengan Expo yang menjual dan memamerkan hasil-hasil produk unggulan dari beberapa elemen yang menggelar Stand juga sudah mulai dibongkar.

Salah satu Stand yang menjadi perhatian dan banyak didatangi pengunjung adalah Stand Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Bondowoso, Stand yang bernama ” Galery Bang Napi ” ini memang baru kali pertama ikut serta dalam Expo Festival Muharram.

Stand yang memamerkan dan menjual produk-produk hasil kerajinan Warga Binaan banyak dibeli oleh masyarakat, seperti kerajinan tangan berupa ukiran, miniatur mobil, hiasan dinding, lukisan dan masih banyak lagi, barang ini ibarat kacang goreng, laris manis.

Kepala Lapas Bondowoso Djoko Budi Setiyanto mengutarakan, dengan disukainya produk Warga Binaan ini menandakan bahwa produk yang dihasilkan tidak kalah saing dengan yang lainnya.

“Dengan dikenal dan disukanya barang-barang produksi Lapas ini menandakan bahwa Warga Binaan didalam Lapas tidak cuma diam nganggur, makan dan tidur, namun diberi pelatihan ketrampilan hingga bisa berkarya, jadi meski tempat terbatas namun kreasi tidak terbatas” tutur Kalapas pada Limadetik.com di kantornya Sabtu, (22/9/2018).

Kalapas Djoko juga melanjutkan bahwa dirinya punya harapan bahwa nantinya ingin memasarkan barang-barang produksi Warga Binaan untuk dipasarkan dengan cara bisnis online, karena sekarang memang jamannya dipasarkan dengan cara online.

“Tidak hanya produk-produk dari Lapas Bondowoso yang ingin ditampilkan dimasa-masa mendatang, namun dari Lapas-Lapas yang lain yang ada di Jawa Timur, saya juga berharap pada Pemkab Bondowoso agar selalu melibatkan produksi dari Lapas kalau ada kegiatan pameran produk unggulan Bondowoso” pungkas Djoko menutup obrolannya denga Limadetik.com. (budhi/rd).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here