Terjadi Pertikaian, Inggris Desak Arab Saudi dan Kanada Menahan Diri

LONDON, Limadetik.com — Inggris pada Selasa (7/8) mendesak Kanada dan Arab Saudi untuk menahan diri di tengah pertikaian diplomatik kedua negara. Hubungan Saudi dan Kanada memanas karena komentar Kanada yang menyatakan keprihatinan atas penangkapan aktivis di Arab Saudi.

“Kanada dan Arab Saudi sama-sama mitra dekat Inggris, dan kami mendesak  mereka menahan diri selama situasi saat ini,” kata seorang juru bicara kantor Kementerian Luar Negeri Inggris.

Inggris mengaku adalah pendukung kuat hak asasi manusia. Inggris secara teratur menyampaikan keprihatinan  kepada Pemerintah Saudi tentang masalah hak asasi manusia, termasuk penangkapan para pembela HAM baru-baru ini.

Arab Saudi memutuskan membekukan perdagangan dan investasi baru dengan Kanada. Kerajaan juga menarik duta besarnya dan meminta duta besar Kanada meninggalkan Riyadh.

Kendati demikian, Kanada pada Senin (6/8) menolak  mundur dalam pembelaannya terhadap hak asasi manusia. Dalam tanggapan publik pertamanya terhadap tindakan Arab Saudi, Menteri Luar Negeri Chrystia Freeland mengatakan, Kanada akan selalu membela hak asasi manusia di Kanada dan di seluruh dunia. Menurutnya hak-hak perempuan adalah bagian dari hak asasi manusia.

Arab Saudi juga akan menangguhkan program pertukaran pendidikan dengan Kanada dan memindahkan penerima beasiswa Saudi ke negara lain. “Akan memalukan bagi para pelajar jika mereka kehilangan kesempatan untuk belajar di sini,” kata Freeland kepada wartawan.

Tetangga dan sekutu Arab Saudi, Bahrain dan Uni Emirat Arab mengaku mendukung keputusan Riyadh. Meskipun mereka tidak mengumumkan langkah-langkah serupa. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here