SITUBONDO, Limadetik.com – Semakin gencarnya penutupan lokalisasi di sejumlah di Kabupaten Situbondo menjadi pro kontra sejumlah pihak. Baru-baru ini yang terjadi di Jalan Pantai Utara (Pantura) Desa Demung, Kecamatan Besuki, Situbondo.

Pantauan Limadetik.com terkait dugaan lokalisasi warung remang-remang menjadi ajang prostitusi bisnis esek-esek yang berada di sepanjang Jalan Pantura Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Situbondo masih marak.( baca juga : Personil Gabungan Amankan Eks Warung Remang-Remang Di Demung Situbondo.)

Kepala Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Situbondo, Yoyok Hermanto menuturkan bahwa, “Keberadaan dugaan lokalisasi yang baru-baru ini yang ditertibkan oleh Pemkab di Desa Demung, Kecamatan Besuki, Situbondo memang menyisakan pilu bagi kalangan usaha yang betul-betul mencari nafkah secara halal”.

“Kita mendukung penertiban Pemkab terhadap Pekerja Seks Komersial (PSK) di daerah tersebut. Tapi kita tidak melupakan sisi lainnya”, Ujarnya Rabu,(3/1/2018).

Dirinya meminta, “Seharusnya Pemkab bisa memilah serta memilih mana yang betul-betul yang dianggap penyakit masyarakat dan dicarikan solusinya”.

Dia menambahkan, “Kita tahu, dia tidak mempunyai keinginan untuk bekerja seperti itu. Tapi sudah menjadi kebutuhan, lebih-lebih dia punya keluarga dan menjadi tulang punggung keluarganya. Ini sangat disayangkan”.

Disinggung terkait maraknya warung esek-esek tepatnya di depan Gudang Bulog di jalur Pantura Dusun Gundil, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Situbondo, Yoyok membenarkan bahwa, “Memang ada sebagian PSK yang masih mangkal, kita tidak pungkiri itu. Namun bilamana dilakukan penertiban di Desa Klatakan seperti halnya yang dilakukan Pemkab di Demung Situbondo”.

“Kita meminta agar dicarikan solusinya, jangan dibiarkan begitu saja. Dan harusnya memilah serta memilih”,Imbuhnya (Aka/yd)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here