https://limadetik.com/

Tinggal Sebulan, Logistik Pilkada Belum Sepenuhnya Tiba di Sumenep

  • Bagikan
IMG 20201109 WA0028 e1604903575895
Ketu KPU Sumenep, Waris

SUMENEP, limaDetik.Com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Jawa Timur sesuai tahapan mulai memproses logistik untuk Pilkada 2020. Hanya saja meski pelaksanaan tinggal satu bulan, belum sepenuhnya logistik tiba di kabupaten dengan lambang Kuda Terbang. Salah satunya suara suara belum selesai dicetak.

“Pengadaan logistik proses. Surat suara (SS) tanggal 20 Nopember tiba di Sumenep,” kata Ketua KPU Sumenep, A. Waris, Senin (9/11/2020).

https://limadetik.com/

Pihaknya tetap optimis, sesuai tahapan H-10 logistik untuk wilayah kepulauan mulai terealisasi. Logistik dikirim ke kepulauan lebih awal dibandingkan daratan untuk mengantisipasi terjadinya cuaca buruk yang bisa menyebabkan lambatnya barang.

Saat ini, sambung Waris, terdapat beberapa logistik yang direncanakan tiba di Sumenep hari ini. Salah satunya adalah Alat Pelindung Diri (APD), seperti hand sanitizer dan masker.

“Tapi tidak semuanya (APD) datang. Seperti alat cuci tangan (belum),” ujarnya.

Nanti, semua APD akan dikemas dengan logistik Pilkada yang lain mengingat pesta demokrasi digelar pada saat pandemi Covid-19 masih berlangsung. Sehingga penyelenggara dan calon pemilih perlu untuk tetap mengikuti protokol Covid-19. Seperti anggota KPPS harus memakai masker dan sarung tangan.

“Prinsipnya pelaksanaan Pilkada nanti tidak jadi klaster baru Covid-19. Dari itu kita harus mematuhi protokol Covid,” imbaunya.

Sesuai jadwal, Pilkada akan digelar pada 9 Desember 2020. Terdapat dua pasangan calon (Paslon) yang akan merebut kursi bupati dan calon wakil bupati di kabupaten yang memiliki 126 pulau.

Mereka adalah Ahmad Fauzi-Nyai Hj. Dewi Khalifah nomor urut 01 yang diusung PDI Perjuangan, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerindra, Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Kemudian nomor urut 02 Paslon Fattah Jasin-KH. Ali Fikri diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat, Partai Nasdem, Partai Hanura, dan Golkar sebagai Partai pendukung.

(hoki/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan