26 Lembaga Semarakkan Karnaval HUT RI ke-81 di Gayam, Usung Pesan Daur Ulang dan Peduli Lingkungan
LIMADETIK.COM, SUMENEP — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, tidak sekadar diisi dengan hiburan. Sebanyak 26 lembaga dari seluruh wilayah Kecamatan Gayam ambil bagian dalam karnaval bertema daur ulang dan kepedulian terhadap lingkungan, Minggu (30/8/2026).
Karnaval yang digelar Pemerintah Kecamatan Gayam tersebut menjadi ruang kreativitas sekaligus kampanye kepada masyarakat agar semakin peduli terhadap persoalan sampah dan kelestarian lingkungan, khususnya di Pulau Sepudi.
Beragam kreasi berbahan barang bekas dan material daur ulang ditampilkan peserta. Pesan yang ingin disampaikan cukup jelas: sampah yang selama ini dianggap tidak berguna masih dapat diolah menjadi barang layak pakai, bahkan memiliki nilai ekonomi.
Camat Gayam, Moh Yunianyanto, mengatakan persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat secara aktif untuk mengurangi sampah sekaligus membangun kebiasaan hidup yang lebih ramah lingkungan.
“Dengan menggunakan sampah daur ulang, barang yang sebelumnya tidak bernilai bisa menjadi layak pakai atau memiliki nilai lebih. Untuk mewujudkannya tentu membutuhkan dukungan masyarakat, warga, dan pemerintah,” kata Moh Yunianyanto.
Menurutnya, pola hidup konsumtif yang tidak diimbangi dengan pengelolaan sampah menjadi salah satu pemicu meningkatnya volume sampah. Karena itu, perubahan kebiasaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan.
Di sisi lain, pemerintah juga dituntut hadir melalui program dan layanan yang dapat mempermudah masyarakat berpartisipasi dalam pengurangan sampah dan kegiatan daur ulang.
“Kita harus bersama-sama mengurangi sampah dan membiasakan hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan. Pemerintah juga harus terus mengembangkan program dan layanan yang memudahkan masyarakat untuk ikut mengurangi dan mendaur ulang sampah,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat Pulau Sepudi menjadikan momentum HUT RI ke-81 sebagai pengingat pentingnya menjaga lingkungan untuk keberlangsungan generasi mendatang.
“Mari kita jaga Pulau Sepudi dari sampah dan hal-hal lain yang dapat merusak alam,” tegasnya.
Moh Yunianyanto juga memperkenalkan pesan yang menjadi motonya dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini, yakni “Arabet Polo Ajenge Nak Poto”, yang dimaknai sebagai “Merawat Pulau, Menjaga Anak Cucu.”
Pesan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai slogan dalam karnaval. Lebih dari itu, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi gerakan bersama agar Pulau Sepudi tetap terjaga dan dapat diwariskan dalam kondisi baik kepada generasi berikutnya.
Karnaval 26 lembaga di Kecamatan Gayam pun menjadi simbol bahwa perayaan kemerdekaan dapat sekaligus menjadi momentum membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga alam dari ancaman sampah dan kerusakan lingkungan.
Penulis : Supriyadi
Editor : Wahyu











