Pemerintah

Dinsos P3A Sumenep Bentengi Pelajar Kepulauan Sapeken Dengan Sosialisasi Cegah Kekerasan

×

Dinsos P3A Sumenep Bentengi Pelajar Kepulauan Sapeken Dengan Sosialisasi Cegah Kekerasan

Sebarkan artikel ini
Dinsos P3A Sumenep Bentengi Pelajar Kepulauan Sapeken Dengan Sosialisasi Cegah Kekerasan
Pembukaan kegiatan sosialisasi di SMAN 1 Sapeken

Dinsos P3A Sumenep Bentengi Pelajar Kepulauan Sapeken Dengan Sosialisasi Cegah Kekerasan

Limadetik.com, Sumenep – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep berikan edukasi tentang pencegahan kekerasan terhadap anak di SMAN 1 Sapeken. Selasa (21/11/2023).

Kegiatan ini, dilakukan di lembaga pendidikan negeri dan swasta, tingkat SMA dan MA, mulai tangal 21 sampai 22 Nopember 2023.

“Locus kegiatan ini terbagi menjadi 2 tempat, di SMAN 1 Sapeken dan MA Al-Ghuroba.” kata, Achmad Dzulkarnain, Kadinsos P3A Sumenep.

Pihaknya menjelaskan, kegiatan cegah kekerasan terhadap anak di lingkungan Pendidikan, dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik tentqng berbagai macam bentuk upaya pencegahan kekerasan terhadap anak.

“Hasil yang diharapkan dari kegiatan tersebut, agar siswa yang ada di Sapeken mampu menjadi agen pelapor dalam rangka pencegahan kekerasan terhadap anak.” ujarnya.
IMG 20231121 WA0025

Sementara, Kepala SMAN 1 Sapeken, Rudy Suwandono mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut.

Ia menilai, prinsip tentang giat ini merupakan hal yang sangat penting untuk pelajar.

“Saya sangat senang mendukung kegiatan ini, karena cara tersebut merupakan upaya antisipasi kekerasan terhadap anak dilingkungan sekolah, dengan begitu mereka mendapat pencerahan dan tidak melakukan kekerasan, pelecehan atau bullying terhadap teman dan adik kelas mereka,” kata Rudy.

Ia berharap, agar kegiatan tersebut dilakukan lebih luas lagi, seperti melibatkan guru, orang tua siswa, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Supaya siswa tidak liar menerima informasi yang baru dan serasa menyegarkan (dalam tanda kutip) bagi mereka sehingga mereka tidak serta merta menjust tindakan teman, guru atau orang lain sebagai tindakan kekerasan atau pelecehan,” jelasnya.

Kedepan, Rudy akan terus berusaha melakukan upaya preventif terhadap kekerasan dan pelecehan anak dilingkungan sekolah.

Dengan cara menjalin kerjasama yang harmonis antara guru dan murid, guru dan wali murid serta sekolah dan masyarakat.

“Sehingga nilai dan etika tetap terjaga dengan mengedepankan tata krama dalam bergaul dan bersikap kepada siapapun. Jadilah anak yang pintar tanpa menghilangkan adap dan tata krama. kedepankan nilai akhlaq baru cari ilmu insyaAllah berkah barokah.” demikian Rudy Suwandono memotivasi Siswa, di SMAN 1 Sapeken.