BANGKALAN, Limadetik.com — Kuliah Kerja Nyata (KKN 08) Tematik 2018 Universitas Trunojoyo Madura (UTM), mencoba untuk menawarkan sebuah inovasi yang sangat berbeda dan cukup unik, beberapa program unggulan unik telah ditawarkan dan salah satunya adalah progran unggulan berupa Tenaga Listrik dari Buah (buah Jeruk, Apel dll).
Inovasi ini yang mampu untuk menarik perhatian semua kalangan masyarakat desa dari anak-anak, pemuda sampai kepala desa pun sangat mengapresiasi program ini untuk diterapkan di Desa Jaddung, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur Kamis, (2/8/2018).
“Tak heran apabila sebagian siswa bahkan beberapa masyarakat pun masih bertanya-tanya akan hal ini. Namun dalam program ini, kami tidak hanya memberikan teori yang masih bersifat abstrak, namun kami mencoba untuk memberikan pandangan secara umum terkait hal tersebut kemudian kami sampaikan beberapa materi yang sekaligus dibentuk beberapa kelompok dengan seorang mentor yang telah ditunjuk oleh TIM untuk membantu memberikan materi dan melakukan bimbingan khusus untuk dipraktikkan” ucapnya salah satu Anggota KKN.
Ia menjelaskan, ini baru pertama kali percobaan yang dilakukan masih dalam skala yang relatif kecil. Sasaran atau target yang dituju adalah siswa-siswi SD yang dalam hal ini adalah siswa kelas 6 SDN I Jaddung yang dilakukan selama 2 hari sebagai pembekalan.
“Tidak hanya sekedar penyampaian teori, akan tetapi dalam pengenalan ini semua peserta dibimbing langsung oleh beberapa mentor yang memang menggeluti materi tersebut sesuai pemahaman keilmuannya, yaitu Moh. Lutfi Maulidi (Mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo Madura) dan Nur Fitriani Dwi Putri (Mahasiswi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo Madura) yang dibantu oleh beberapa mahasiswa lain dalam sebuah TIM yang telah ditentukan. Yang kemudian dilanjutkan dengan sebuah praktikum sebagai wujud emplimentasi yang harus diterapkan” tuturnya.
Di dalam buah terdapat sebuah cairan eletrolit, cairan tersebut adalah cairan yang dapat menghantarkan arus listrik, sebagaimana yang telah kita ketahui bahwasanya elektrolit itu berupa asam, basa, dan garam. Dalam buah-buahan ini (contoh: Jeruk, Apel dll) terdapat elektrolit yang berupa asam. Dan untuk merubah ion ion yang terdapat dalam buah menjadi energi listrik, maka harus menggunakan bahan seng dan tembaga sebagai pendukungnya. Dimana sifat dari tembaga ini mengubah ion menjadi proton dan sifat dari seng tersebut digunakan untuk merubah ion untuk menjadi elektron, sehingga ketika tembaga dan seng dihubungkan secara seri maka akan menimbulkan tegangan listrik yang apabila dihubungkan dengan lampu LED maka akan tampak cahaya dari lampu LED tersebut.
“Program ini mendapat apresiasi penuh dari Kepala Desa dan semua kalangan masyarakat Desa Jaddung, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bnagkalan, sehingga banyak harapan-harapan masyarakat dari program ini untuk kemajuan desa yang salah satunya melalui pengembangan tenaga listrik dari buah” tutupnya. (hl/yd)