https://limadetik.com/

Klarifikasi Camat Joko Tidak Merubah Aliansi Pemuda Batang-Batang untuk Lanjut ke Meja Hijau

  • Bagikan
Klarifikasi Camat Joko Tidak Merubah Aliansi Pemuda Batang-Batang untuk Lanjut ke Meja Hijau
FOTO: Aliansi Pemuda Batang-Batang

SUMENEP, Limadetik.com – Buntut dari potongan video Camat Batang-batang Joko Suwarno yang tersebar di jejaring sosial WhatssApp membuat sejumlah pemuda yang tergabung dalam aliansi pemuda batang-batang akan mengambil langkah hukum.

Di dalam video yang berdurasi 30 detik tersebut Camat Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur soal ‘warga yang tidak mau divaksin disuruh curi sapinya’ hingga membuat publik geram.

https://limadetik.com/

Kendati Camat Batang-batang sudah melakukan klarifikasi terkait ucapannya dalam video yang kini sudah viral, Aliansi Pemuda Batang-Batang yang dikomandani Ali Armadi ini mengecam keras pernyataan Camat tersebut. Menurutnya, Pernyataan tersebut membuat masyarakat Batang-Batang panik dan ketakutan.

“Ini adalah sebuah sikap kesewang-wenangan seorang pemimpin, dimana pernyataan camat tersebut sungguh tak terpuji. Membuat warga menjadi resah. Ini harus dilawan,” jelasnya, Senin (16/8/2021).

Menurut Ali Armadi, kendati pernyataan camat tersebut sudah diklarifikasi melalui video yang tersebar di media sosial setelah pernyataan kontroversialnya itu viral, pihak Aliansi Pemuda Batang-Batang tetap tak menyurutkan langkahnya untuk tetap mengawal kasus ini ke meja hukum.

Baca juga: Viral Video Camat Batang-batang “Kecok Sapena”, Bupati Sumenep Beri Respon Mengejutkan

Ia juga secara tegas mengatakan, bahwa klarifikasi camat yang menyebut pernyataannya ‘Kalebunna takut dengan masyarakat tako’ tak epele pole 2025 atau 2026, itu kan masih lama, kalebun punya kartu AS punya sakte, Kecok sapena cakna bupati sampek begitu, kecok sapena oreng-oreng se tak endak e vaksin’ itu hanyalah guyonan tidak lebih dari sekadar silat lidah dan alasan camat untuk menutupi kesalahannya dan membela kesalahannya.

“Jika itu (Camat, red) menilai ucapannya hanyalah sebuah guyonan, saya rasa ini merupakan alasan camat untuk membela dan menutupi kesalahannya” terang Ali .

Selain itu lanjut Ali menjelaskan bahwa, pernyataan camat tersebut melanggar kode etik Aparatur Sipil Negara (ASN) dan diduga ada indikasi melakukan perbuatan pidana.

“Nanti setelah kami kaji unsur pidananya. maka kami atas nama Aliansi Pemuda Batang-Batang akan melaporkannya ke Polres Sumenep” tegas Adi, sapaan akrabnya

Kronologi Kejadian

Sebagaimana keterangan dari Aliansi Pemuda Batang-Batang, bahwa pada Jumat (13/08/21) kemarin dilaksanakan Rapat Kordinasi Rencana Pelaksanaan Vaksinasi Serentak di Kabupaten Sumenep di Pendopo Kecamatan Batang-Batang pada pukul 13.00 wib, yang dihadiri oleh Kapolsek, Danramil, Kepala UPT. Puskesmas, Kepala Desa Se-Kecamatan Batang-Batang, Ketua NU, MUI, Fatayat, Muslimat, Ansor dan Kepala KUA.

Pada acara Rapat Kordinasi tersebut, kemudian Bapak Camat menyampaikan pernyataan yang videonya lagi viral di sosial media, Facebook dan WhatsApp.

Selanjutnya petikan pernyataan Camat Batang-Batang yang telah bikin geger masyarakat Sumenep tersebut:

”Kalebunna takut dengan masyarakat tako’ tak epele pole 2025 atau 2026, itu kan masih lama, kalebun punya kartu AS punya sakte. Kecok sapena cakna bupati sampek begitu, kecok sapena oreng-oreng se tak endak e vaksin”.

“Kepala desanya takut sama masyarakat, takut tidak dipilih lagi 2025 atau 2026, itukan masih lama, kades punya kartu AS punya sakti. Curi sapinya kata Bupati sampai begitu, curi sapinya orang-orang yang tidak mau di vaksin” kurang lebih arti bahasa Indonesianya.

(fal/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan