Pernikahan Sesama Jenis Hebohkan Publik Arab Saudi Setelah Sebuah Video Beredar

Jum’at (12/1/2018)

RIYADH, Limadetik.com – Publik Arab Saudi dihebohkan dengan beredarnya sebuah video dan viral di media sosial. The Independent melaporkan akan pernikahan sesama jenis, pihak Kepolisian di Arab Saudi pun telah menangkap beberapa pria dalam “adegan pernikahan gay” yang videonya menjadi viral di media sosial,pada Kamis (11/01/2018).

Sebuah video yang beredar secara online menunjukkan dua pria berjalan berdampingan, dimana pria lain menyemprotkan serpihan kertas atau confetti di suatu tempat luar ruangan. Salah satu dari mereka tampak mengenakan gaun pengantin bercadar. Iring-iringan pengantin nampak di belakang salah satu pria.

Adegan yang menuai kontroversi itu menurut kepolisian diabadikan pada Jumat (05/01) dalam suatu acara di sebuah tempat penginapan Kota Mekah di hadapan para tamu yang menginap di sana.

Mereka yang terlibat dalam video dikatakan telah ditahan dan kasus tersebut sudah dialihkan ke jaksa, tambah kepolisian. Meski demikian, pihak kepolisian tidak menyebutkan nama para pria dan dasar tuntutan.

Arab Saudi menurut beberapa analis meski terlihat sebagai negara yang menentang hubungan sesama jenis, pada kenyataannya adalah surga bagi kaum Gay. Laporan yang dibuat oleh Nadya Labi di http://www.theatlantic.com yang berjudul The Kingdom in the Closet, menunjukkan bahwa sebagian besar pria di Arab Saudi adalah gay.

Dalam artikelnya, Labi menyebut bahwa meski secara umum kerajaan memberlakukan hukum syariah ala wahabi, namun pada kenyataannya di keseharian pihak kerajaan tetap memberi ruang bagi kegiatan homosexual. Selama para gay dan lesbian tetap tampil taat pada norma-norma Wahhabi dari luar, maka di dalam mereka diperbolehkan “berbuat” sesukanya.

Labi menyebut masyarakat pria yang berhubungan dengan pria lain bisa ditemukan di kota-kota besar seperti Jeddah dan Riyadh. Mereka bertemu di sekolah, café, jalan, dan internet.

“Kamu bisa cari pacar gay kapanpun di Arab Saudi, di setiap waktu setiap hari,” tulis Labi dalam artikelnya mengutip ucapan Ridwan, 42 tahun, gay Saudi yang tinggal di Jeddah. “Mereka tidak malu menunjukkannya,” tambahnya.

Labi, dalam artikelnya juga menyebut bahwa seorang pria bernama Talal, asal Suriah yang pindah ke Riyahd pada tahun. 2000, menyebut ibu kota Saudi itu sebagai “surganya kaum gay.” (ARN/LD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here