https://limadetik.com/

Sejak PPKM Darurat, Sebanyak 25 Persen Pasien Covid-19 Asal Sampang Dirawat di Pamekasan

  • Bagikan
Sejak PPKM Darurat, Sebanyak 25 Persen Pasien Covid-19 Asal Sampang Dirawat di Pamekasan
FOTO: Fokopimda Pamekasan

PAMEKASAN, LimaDetik.Com – Sejak diberlakukannya PPKM Darurat Jawa dan Bali sebanyak 25 persen pasien covid-19 asal Kabupaten Sampang telah mendapat perawatan di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Itu sebabnya, salah satu faktor membuat rumah sakit di Kabupaten Pamekasan hampir tak terkendalikan karena pasien yang positif terpapar covid-19 membeludak. Seperti yang terjadi di RSUD Smart, RS Mohammad Noer dan RSUD Waru.

https://limadetik.com/

Itu diungkapkan Ketua Satgas Covid-19 RSUD Smart Pamekasan, dr. Syaiful Hidayat, ia me ngatakan pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit tidak hanya warga Pamekasan. Melainkan juga datang dari Kabupaten Sampang. Seperti dari Kecamatan Ketapang dan Kecamatan Omben.

“Yang dirawat itu tidak hanya dari Pamekasan, dari Sampang itu banyak. Mungkin di RSUD Smart itu 10 persennya dari Sampang, beda lagi dengan yang di RSUD Waru dan rumah sakit Mohammad Noer, kalau semuanya mungkin sampai 25 persen. Kan Sampang selama ini memang banyak yang berobat ke Pamekasan,” ungkapnya, Senin (12/7/2021) kemarin.

Menurutnya, pihaknya harus menolak pasien yang datang ke rumah sakit lantaran fasilitas yang ada tidak mampu menampung pasien yang terus berdatangan. Oleh karena itu, lanjut dia, perlu ada rumah sakit darurat yang dibangun khusus pasien yang tertolak agar mereka sama-sama mendapat pertolongan.

“Bed kita itu 91 (di RSUD Smart, red), jadi ini full. Antreannya yang datang selalu banyak, tentu tidak pernah kosong. Yang ngantre saja 14 sampai 15 pasien per hari. Kalaupun kita berapa pun tetap akan full, banyak pasien tertolak,” tandasnya.

Selain itu, lanjut pria yang akrab disapa dokter Yayak ini, ia meminta masyarakat meningkatkan kesadaran dalam memutus penyebaran covid-19. Karena selain rumah sakit sudah tidak mampu menampung pasien, sejauh ini banyak tenaga kesehatan (nakes) tumbang lakibat positif terpapar covid-19.

“Semua keselamatan kita utamakan, karena masalah bed, kita nakes juga banyak terpapar, kita juga memikirkan keselamatan nakes, jadi nanangani covid-19 itu harus bersama-sama,” tegasnya.

Dengan demikian, ia berharap semua lapisan masyarakat harus senantiasa mematuhi protokol kesehatan dengan cara memakai masker, menjauhi kerumunan, meninggalkan mobilitas dan lain-lain demi keselatan diri sendiri dan orang lain.

“Karena corona itu memang nyata ada, bahaya, malah mematikan dan ganas. Masyarakat jangan meremehkan atau mengabaikan protokol kesehatan, angka kematian meningkat, dalam tiga minggu ini sudah 70 pasien meninggal, masuk rumah sakit dalam keadalan berat,” paparnya..

Dikatakabnnya, covid-19 yang mengancam masyarakat Pamekasan sekarang adalah varian delta, varian baru ini lebih mengerikan dari covid-19 sebelumnya. Dimana rumah sakit masih bisa menangani covid-19 varian lama tersebut.

“Jika ingin melihat covid-19 itu jangan lihat di tengah jalan atau di pasar. Main-mainlah ke rumah sakit, sekarang pasiennya tidak tertampung” tukasnya.

(Arf/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan