https://limadetik.com/

Plt Camat Sapeken Akui Rekaman Suara yang Beredar, Tapi Bukan untuk APD

  • Bagikan
Plt Camat Sapeken Akui Rekaman Suara yang Beredar, Tapi Bukan untuk APD
FOTO: Plt. Camat Sapeken, H. Jailani (surya pagi)

SUMENEP, LimaDetik.Com – Pelaksana tugas (Plt) Camat Sapeken, Kabupaten Sumenep mengakui hasil suara rekaman yang tengah beredar sehingga menjadi sebuah opini liar hingga menjadi berita di salah satu media online.

Menurut Plt Camat Sapeken, H. Jailani bahwa benar rekaman suara tersebut meminta uang atau partisipasi kepada sejumlah kepala desa yang ada di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep. Namun bukan untuk menjual Alat Pelindung Diri (APD) yang merupakan bantuan dari Pemprov Jatim yang bekerjasama dengan Koarmada II.

https://limadetik.com/

“Ia benar (suara rekaman) tetapi itu agenda pembahasan musyawarah dengan para Kades bersama Forpimka Sapeken terkait biaya sewa kapal pada tanggal (28/06/2021) untuk evakuasi para nakes Puskesmas Sapeken yang terpapar covid-19 untuk dirujuk ke Sumenep” tegasnya, melalui pesan whatsapp nya pada media ini, Selasa (13/7/2021).

H. Jahe sapaan akrab Plt Camat Sapeken ini juga menjelaskan, permintaan partisipasi tersebut karena pihaknya akan menyewa kapal untuk mengantar para nakes di puskesmas sapeken ke sumenep dengan sewa kapal yang cukup lumayan. Mengingat saat itu belum ada kapal perintis yang hendak ke Sumenep.

“Biaya sewa kapalnya Rp. 10.700.000 juta, dipinjamkan Kades Sapeken terlebih dahulu, selanjutnya akan dimusyawarahkan dengan 11 Kades untuk urunan demi menyelamatkan 9 nakes yang akan dievakuasi ke Sumenep (upaya kemanusiaan). Bukan jual APD Rp. 1.500.000 juta” ungkapnya.

Terkait berita yang sudah beredar di salah satu media online, Plt Camat Sapeken menyayangkan, karena tidak merasa dikonfirmasi untuk klarifikasi terlebih dahulu.

“Tidak ada konfirmasi, jadi sama saja opini sesat, telah mendzolimi orang. Tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Berita terkesan ada kesengajaan” ujarnya.

Untuk bantuan APD sendiri lajut mantan Kepala UPT Pendidikan Sapeken ini, sudah ia serahkan secara langsung kepada Kepala Desa masin-masing dan tidak ada permintaan biaya APD sedikitpun.

“Sudah kami serahkan (APD, red) kepada kepala desa masing-masing. Kok malah tiba-tiba ada berita yang sadis sehingga membuat kekecewaan pada relawan yang di bawah” terangnya.

Dikatakannya, karena bantuan logistik covid-19 dari Prmprov Jatim bekerjasama dengan Koarmada II Lanal Batuporon Surabaya untuk masyarakat kepulauan di Kecamatan Sapeken, tentu serah terima barang tersebut secara birograsi pemerintah dari hulu ke hilirnya.

“Bantuan ini dari Pemprov Jatim diantar dan dikawal sampai ke Sapeken oleh Danlanal Surabaya dengan meggunakan KRI Teluk Banten, dan KRI Hiu, diserahterimakan secara simbolis di GOR kepada Plt.Camat Sapeken, untuk selanjutnya diserahkan kepada masyarakat melalui Kades masing-masing. Ada 11 Desa/Kepulauan” tukasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyerahkan bantuan kepada masyarakat Kecamatan Sapeken yang diantar langsung Koarmada II Surabaya. Diantara bantuan tersebut adalah, 200.000 pcs masker kain, 2.500 swab antigen dan 2.500 APD yang sudah diserah terimakan dengan Plt Camat Sapeken.

(yd/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan