Jawa Timur Jadi Pilot Project, Bondowoso Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

- Penulis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pencanangan di Aula SMA 2 dan Kabid PPA Dinsos P3AKB

Suasana pencanangan di Aula SMA 2 dan Kabid PPA Dinsos P3AKB

Jawa Timur Jadi Pilot Project, Bondowoso Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso memperkuat perlindungan anak di ruang digital sebagai bagian dari pencanangan serentak di Jawa Timur yang menjadi proyek percontohan atau pilot project nasional. Kegiatan tersebut digelar di Aula SMA Negeri 2 Bondowoso pada Kamis (22/10/2026) atas arahan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bondowoso, Dwi Wahyudi, mengatakan Jawa Timur menjadi pilot project sehingga kegiatan literasi perlindungan anak di ruang digital dilaksanakan serentak secara daring dan tatap muka mulai pukul 09.00 WIB.

“Jawa Timur menjadi pilot project. Karena itu, kegiatan literasi perlindungan anak di ruang digital dilaksanakan secara serentak, baik melalui daring maupun tatap muka, mulai pukul 09.00 WIB,” ujarnya saat ditanya Limadetik.com.

Baca Juga  261 Anak PAUD-TK Se-Bondowoso Adu Kreativitas di Final Lomba Mewarnai YPLP

Menurut Dwi, terdapat tiga aspek utama dalam program tersebut, yakni pencegahan penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi terhadap anak, penanganan kasus penyalahgunaan di ruang digital, serta penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Tindak lanjut kegiatan akan difokuskan pada peningkatan literasi digital bagi pelajar SMP dan SMA, serta perluasan edukasi hingga tingkat SD dengan melibatkan orang tua. Diskominfo berharap masyarakat mampu mengantisipasi ancaman digital seperti perjudian daring, penipuan, dan kejahatan siber yang menyasar anak.

“Harapan kami, kriminalitas di ruang digital terhadap anak bisa menurun. Selain itu, perlu ada sosialisasi mengenai bagaimana mengantisipasi berbagai informasi dan ancaman yang beredar di ruang digital,” katanya.

Ancaman tersebut bukan sekadar potensi. Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinsos P3AKB Bondowoso, Hafidhatullaily, mengungkapkan kasus love scamming telah menyasar pelajar di Bondowoso. Seorang siswi berkenalan dengan seseorang di ruang digital, kemudian terjerat hingga mengalami ancaman. Sekolah kemudian meminta pendampingan Dinsos P3AKB.

Baca Juga  Protes Waktu Singkat, Fraksi PPP Pilih Tak Hadiri PU Fraksi Paripurna P-APBD Bondowoso

“Kami menyarankan agar kasus yang menimpa anak tersebut segera dilaporkan kepada Unit PPA Polres karena korbannya masih di bawah umur,” jelasnya.

Upaya pencegahan, kata Hafid, dilakukan melalui siaran radio Mahardika, sosialisasi di sekolah termasuk MIN Bondowoso, serta menggandeng organisasi perempuan seperti Fatayat dan Aisyiyah.

Ia menegaskan peran orang tua sangat vital karena anak banyak menggunakan gawai di rumah, sehingga orang tua tidak boleh abai dan harus memahami screen time sesuai usia serta membangun komunikasi agar anak berani bercerita jika mengalami ancaman di internet.

“Orang tua tidak boleh abai terhadap anaknya. Mereka harus memahami perkembangan anak, mengetahui aktivitasnya di ruang digital, serta mendampingi penggunaan gawai sesuai usia,” tegasnya.

Baca Juga  RSUD dr. H. Koesnadi Hadirkan Inovasi CEKATAN, Pantau Antrean Obat Bisa dari Luar Rumah Sakit

Dari sisi penegakan hukum, Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto, mengatakan kepolisian terus mengedukasi pelajar dari SD hingga SMA serta instansi pemerintah tentang bijak bermedia sosial. Ia mengingatkan setiap aktivitas di media sosial memiliki konsekuensi hukum.

“Setiap menggunakan media sosial, masyarakat harus memahami bahwa ada konsekuensi hukum apabila melakukan pelanggaran. Pasal yang diterapkan disesuaikan dengan perbuatannya,” ujarnya.

Bobby mengimbau anak-anak berhati-hati dalam membuat unggahan, komentar, membagikan informasi, maupun berinteraksi dengan orang tak dikenal.

“Bijaklah dalam menggunakan media sosial, karena jarimu adalah jerujimu,” pungkasnya.

Melalui pencanangan ini, sinergi pemerintah daerah, sekolah, kepolisian, orang tua, dan organisasi masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak di Bondowoso.

Facebook Comments Box

Penulis : Budhi

Editor : Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut Hari Santri, BRI Bondowoso Perluas Pelayanan di Pesantren Tamanan
Entry Meeting BPK RI di RSUD Koesnadi, Fokus Perbaikan Layanan Rumah Sakit
Prestasi Siswa Bondowoso Diapresiasi Bupati, Dukungan Anggaran Ekstrakurikuler Masih Jadi PR Disdik
Camat Pujer Paparkan Capaian Pencegahan Stunting 2026, Angka Stunting Turun dan Pendampingan TPK Capai 100 Persen
110 KDKMP di Bondowoso Rampung 100 Persen, 94 Titik Lolos Verval Mabes TNI dan Siap Dioperasikan
PKB Bondowoso Dikukuhkan, Ahmad Dhafir Bidik Tambah Kursi di 2029
Cegah Penyimpangan, Kejaksaan Ingatkan Kepala Sekolah Soal Aturan Revitalisasi Sekolah
Kurang dari 12 Jam, Polres Bondowoso Amankan Terduga Pembuat Video Penistaan Al-Qur’an
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:50 WIB

Sambut Hari Santri, BRI Bondowoso Perluas Pelayanan di Pesantren Tamanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Entry Meeting BPK RI di RSUD Koesnadi, Fokus Perbaikan Layanan Rumah Sakit

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Jawa Timur Jadi Pilot Project, Bondowoso Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Prestasi Siswa Bondowoso Diapresiasi Bupati, Dukungan Anggaran Ekstrakurikuler Masih Jadi PR Disdik

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Camat Pujer Paparkan Capaian Pencegahan Stunting 2026, Angka Stunting Turun dan Pendampingan TPK Capai 100 Persen

Berita Terbaru