https://limadetik.com/

Bule Anjurkan Pindah ke Bali Saat Masa Pandemi

  • Bagikan
IMG 20210120 WA0177 e1611162535322

Oleh : Ferdian Wesandrana Busyairi


Dimasa pandemi seperti sekarang ini tidak dapat dipungkiri lagi bahwa pandemi berdampak pada semua sektor, baik di sektor pendidikan, pariwisata, dan perekonomian. Dampak tersebut terjadi salah satunya karena dibatasinya kegiatan-kegiatan sosial berskala besar di masyarakat. Seperti kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara daring, ditutupnya tempat wisata dan hiburan, dan juga berdampak pada beberapa pekerja yang harus dihentikan.

https://limadetik.com/

Akhir-akhir ini netizen ramai menyalahkan WNA bernama Kristen Gray. Netizen menduga WNA ini melakukan beberapa tindakan ilegal, seperti melanggar aturan tinggal. Kristen Gray tinggal di Bali lebih dari satu tahun sebagai turis serta mengajak Warga Negara Asing lainnya untuk melakukan hal ilegal yang sama.

Kecaman netizen makin meluas dikarenakan pemerintah sedang menjalani Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali.

Kementrian Luar Negri telah menerbitkan peraturan bahwa Indonesia tidak akan menerima orang asing hingga 25 Januari 2021 mendatang dan masih ada kemungkinan untuk diperpanjang.

Perdebatan di Twitter itu bermula dari cuitan akun Kristen Gray (@kristentootie) yang menceritakan pengalaman hidupnya di Bali. Cerita itu ia kemas dalam sebuah thread yang terdiri atas 20 tweet.

Kristen Gray datang ke Bali menggunakan visa wisata dan awalnya hanya ingin tinggal selama 6 bulan. Di Bali, ia mengaku tinggal di sebuah rumah pohon dengan harga USD 400 atau sekitar Rp 5,6 juta per bulan yang jauh lebih murah daripada ketika ia menyewa apartemen senilai USD 1300 atau sekitaran Rp 18,4 juta di Los Angeles.

Selama tinggal di Bali, Gray bekerja sebagai desainer grafis dan mulai menjalankan gaya hidup yang menurutnya lebih sehat. Sampai saat ini, ia dan pasangannya sudah tinggal di Bali selama hampir setahun dan merasakan fisik dan jiwanya lebih sehat dibandingkan ketinggal di AS.

Gray menuliskan sejumlah keuntungan yang didapatkan ketika tinggal di Bali yaitu, aman, biaya hidup yang murah, gaya hidup yang mewah, dan adanya komunitas kulit hitam di Bali. Kemudian di akhir thread-nya, Gray menuliskan bahwa ia menjual buku yang dapat membimbing orang-orang asing yang juga ingin merasakan pengalamannya hidup di Bali.

Buku elektronik berjudul Our Bali Life Is Yours itu dijual seharga USD 30 atau sekitaran Rp 425 ribu. Gray memberitahu kisi-kisi buku tersebut yang rupanya memberitahu soal agen visa dan cara agar orang-orang bisa datang ke Bali saat pandemi COVID-19.

Melihat cuitan Gray ini, netizen indonesia pun geram. Mayoritas tidak setuju dengan sikap Gray yang dinilai menganjurkan agar orang-orang asing datang ke Bali tanpa memperdulikan kehidupan masyarakat termasuk
ekonomi lokal.

Hingga kini ini diturunkan, perdebatan masih terus bergulir di Twitter. Soal Kristen Gray ini seolah membuka lagi selintir kasus turis asing yang bertingkah tidak sopan bahkan melanggar hukum di Bali. Sayangnya, hingga kini kasus seperti itu terus saja terjadi.

Menurut saya sikap Kristen Gray melanggar aturan tinggal di Bali lebih dari satu tahun sebagai turis serta mengajak WNA lainnya secara ilegal adalah tindakan yang salah dan kurang terhormat.

Untuk menghindari kasus seperti ini lagi, pemerintah bisa mengecek visa WNA dengan rutin selama 6 bulan serta membatasi WNA yang ingin datang berlibur ke Bali dikarenakan dapat menimbulkan dampak buruk yang tidak diinginkan.

Penulis Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Akuntansi.


Catatan: Seluruh isi artikel sepenuhnya tanggungjawab penulis

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan