oleh

DPS Pilkada Sumenep Berkurang Puluhan Ribu, Tim Paslon Merasa Aneh

SUMENEP, limadetik.com – Kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Jawa Timur disorot. Pasalnya, Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pilkada 2020 berkurang dibandingkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu Serentak 2019 lalu.

DPS Pilkada Sumenep 2020 sebanyak 823.553 pemilih. Sementara Pada Pemilu Serentak 2019, 868.171 pemilih. Berkurang sekitar 45 ribu pemilih.

“Ini aneh. Dengan bertambahnya pemilih pemula, biasanya pemilih itu bertambah. Bukan malah berkurang,” tegas Ketua Tim Relawan Fattah Jasin-KH. Ali Fikri, Hairul Anwar, Senin (13/9/2020).

Apabila berkurangnya DPS karena Tidak Memenuhi Syarat (TMS) disebabkan meninggal dunia atau pindah domisili, sambung Hairul, rasanya tidak mungkin jumlah yang meninggal dan yang pindah domisili mencapai 45 ribu orang dalam kurun waktu dua tahun.

“KPU wajib menjelaskan kepada masyarakat dan Bawaslu memantau secara ketat proses DPS dan DPT Pilkada. Agar Pilkada berjalan dengan jujur dan adil,” ujarnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Sumenep, Syaifurrahman membenarkan berkurangnya DPS Pilkada 2020. Dia mengaku DPS berkurang sekitar 40 ribu pemilih dibandingkan Pemilu 2019 lalu.

“Ya berkurang sekitar 40 ribu karena TMS. Ada yang meninggal dunia dan ada yang pindah domisili,” terangnya.

Tetapi, pihaknya tidak menyebut penyebabnya secara pasti. Karena hal itu sesuai dengan hasil rekapitulasi DPDP, PPK dan kabupaten. Hasil Coklid, banyak masyarakat yang TMS. Ketika TMS maka otomatis akan dicoret oleh PPDP.

“Jadi pemilih baru dibandingkan dengan yang TMS, lebih banyak yang TMS. Sehingga kurangnya (dibanding Pemilu 2019) cukup banyak,” ujarnya. (hoki/yd)

Komentar

Berita Terkini