https://limadetik.com/

Murtad dan Poligami Jadi Faktor Tingginya Kasus Penceraian di Sumenep

  • Bagikan
IMG 20200713 135128
Ilustrasi

SUMENEP, limadetik.com – Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur selama enam bulan terakhir ini mencatat ratusan pasangan suami istri cerai.

Panitera Muda Hukum PA Sumenep, M. Arifin menjelaskan, sejak bulan Januari hingga Juni 2020 telah memutus 752 perkara perceraian. Jumlah tersebut terdiri dari jumlah kasus cerai talak dan cerai gugat.

https://limadetik.com/

“Cerai talak ada 279 kasus, kemudian cerai gugat terdapat 473 kasus. Jadi totalnya 752 kasus perceraian,” katanya, Senin (13/7/2020).

Perceraian tersebut, menurut Arifin, disebabkan oleh banyak faktor. Namun yang paling dominan adalah perselisihan terus menerus yang terjadi dalam rumah tangga. Karena tidak bisa diselesaikan bersama, akhirnya berujung cerai di PA.

“Macam-macam. Ada faktor ekonomi, murtad, poligami dan meninggalkan satu pihak,” bebernya.

Pria yang karib disapa Arifin melanjutkan, selama pandemi Covid-19, jumlah perkara perceraian sempat mengalami naik turun. Misalnya, pada Maret masih tinggi lalu dua bukan berikutnya turun.

“Bulan April dan Mei mengalami penurunan karena pandemi. Dan, akhir Juni kembali menanjak dengan ratusan perkara,” terangnya.

Namun demikian, kata Arifin, sebelum akhirnya diputus, kasus perceraian telah melalui banyak tahapan. Termasuk dilakukan mediasi kedua pihak agar menemukan solusi dan mengurungkan niat untuk bercerai. Meskipun diakui ada yang sukses dan ada pula yang sudah mengurungkan niatnya.

“Mediasi itu sebagian sukses, dan sebagian lainnya tidak sukses sehingga berkahir dengan perceraian,” imbuhnya. (hoki/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan