BONDOWOSO, Limadetik.com — Menanggapi komentar Relawan 276, yang mendesak Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin agar memprioritaskan pendukungnya dalam penempatan pejabat. Dengan tegas dia menyatakan, bahwa mengenai jabatan tidak perlu campur tangan bersama.

“Kalau urusan jabatan ,saya saja meski Sekjen PPP, tidak bisa berpendapat macam-macam, karena ini ranahnya Kyai dan Kyai yang punya urusan itu, apalagi, relawan yang minta dilibatkan dalam hal penempatan pejabat. Itu kan menjadi aneh. Itu intervensi namanya,” terang Syaiful Bahri pada Limadetik.com, Kamis (11/10/2018)

Masih menurut pria yang akrab dipanggil Ghus Syef ini, jika Kyai salah menunjuk orang, karena desakan, maka semua resiko akan ditanggung oleh bupati, KH Salwa Arifin.

“Nanti kalau ada kesalahan dalam pemerintahan kiai, ini akan menjadi resiko Kyai sendiri, sedangkan mereka hanya menyesalkan, hanya prihatin dan sebagainya” imbuh politisi muda ini.

Ghus Syef juga meminta, relawan apapun namanya, kalau masalah internal, harus dibicarakan secara internal dan duduk bersama. Dia juga mempersilahkan kepada siapa pun, untuk berpendapat, termasuk Presidium Relawan Sabar 276, asal jangan ngotot. “Karena, kalau puluhan relawan Kyai Salwa keinginannya harus dipenuhi, justru pemerintahannya akan berjalan kurang baik” tegasnya


(budhi/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here